Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

18 April 2016

GENAP

Recommended book for you, who want to be a "prepared partner" for your future husband/wife.

It's the nicest one!

Ketika aku dan kamu menjadi kita, GENAP...
by Nazrul Anwar

Bukunya penuh nasihat tanpa kita merasa dinasihati (tiba2 jleb jleb jleb sendiri bacanya, sadar sendiri)
Isinya tentang hal2 yang "manusiawi" banget dirasakan semua orang (dan bawaannya pengen ngangguk2 terus tiap kali baca)
Membuka sudut pandang tentang yang namanya "menggenap bersama orang yang kita tetapkan untuk jadi teman sehidup sesyurga", pernikahan itu gak gampang cuy (yang katanya siap nikah, kalo baca ini bakalan bener2 nyiapin diri dengan segala hal yang mungkin bikin kaget ntar pas udah nikah)

Yaa, yang jelas pas baca ini, aku ngerasa tertikam ribuan busur panah, yang entahlah menyakitkan sekaligus membuat tersenyum geli.
Ah, jangan2 memang semua wanita/pria di dunia begitu ya.

Buku yang sarat akan makna, penuh wejangan tanpa menggurui, penuh sepikan tanpa menyindir, penuh penyadaran dan maniiiiiis sekali.

Gak nyesel aku pesan buku ini di kala kondisi keuangan lagi sekarat2nya, beneran gak rugi.

Semoga bisa menerapkannya sekarang dan nanti.

Yeayyy.

-Nisrina Naflah-

20 Mei 2014

Makna Sesungguhnya

Hari ini, Selasa, 20 Mei 2014, pukul 14.45 WITA, saat rinai hujan turun, di sebuah ruangan bersekat di dalam Poliklinik Kulit Kelamin RSUD ULIN Banjarmasin, 7 dokter muda yang sedang menjalani masa pendidikan koass tahun pertama berbincang bersama konsulen super mereka di stase kukel, dr. Sani Widjaja, Sp.KK, tentang etika seorang dokter. Sudah bertahun2 kami mendapatkan materi tentang etika kedokteran, sudah berkali2 kami mendengar dan membaca isi dari sumpah dokter, dan ternyata kami keliru memahami makna dari etika seorang dokter. Ya, tak bisa ditawar, namun tidak boleh menerima di saat 'ditawar'. Terima kasih dr. Sani atas pencerahannya. Semoga kelak setelah disumpah menjadi dokter, bahkan berpuluh2 tahun ke depan saat menjalani profesi mulia ini, kami selalu ingat makna sesungguhnya dari etika seorang dokter.

:)

-Nisrina Naflah-

13 April 2014

Sudah Lebih dari Cukup

Anggukan dan sahutan kemarin itu,

sudah lebih dari cukup.

Terima kasih.

:)