7 Agustus 2015

Sepatu Impian Masa Depan

Assalamu'alaikum semuaaa.

Long time no post something in this blog, and today I don't know why, but I really sure that I want post about something wow. You can imagine from this post's title. Hhaha. Apaan coba.

Oke, sebelumnya aku mau curhat dikit dulu nih. Besok aku harus balik ke Banjarmasin lagi buat jalanin hukuman 7x24 jam di IGD, dan itu berarti liburanku kali ini kudu kepotong 1 minggu, and it really makes me upset. Apalagi tgl 14 ini sobatku dari kecil, Febri, bakalan go to Jogja for her S2, it means that aku bakalan ditinggal lagi. How sad I am, but I always proud of her and support her to catch her dreams, everytime, whatever happens. Jadilah malam ini kita jalan2 kuliner sama ngemall bareng Krisna juga, sebelum besok aku terpenjara lagi di RS gak bisa kemana2, apalagi nganter Febri ke bandara pas dia berangkat nanti. Huuuh.

Malam ini semua serba menyenangkan, dari makan pentol bakar cina, trus minum chocolate original, sampai ni perut nambah lipatannya, trus jalan ke mall. Seperti biasa lah ya, always sakit hati gitu kalo jalan ke mall, cuman bisa manjain mata, lihat ini itu, kepengen beli, tapi ingat masa depan, okeyyy lebih baik kita nabuuuuung (walaupun kadang akhirnya tabungannya juga dipake buat beli ini itu) hhaha.

Rencananya siiih cuman mau liat2 beberapa barang yg mau dijadiin kado buat adeku yg 1 bulan lagi ultah, berhubung dia mau balik ke Malang buat kuliah, jadi kado harus segera dibeli dan dikasih 1 bulan lebih awal, hhaha.

Sampai akhirnya, pas kita lagi liat2 di bagian sepatu cowok, tiba2 Febri nanya, "Kalian sukanya lihat cowok pake sepatu yang model gimana?".

MasyaAllah, pertanyaan spontan yang bikin seru gitu. Spontan aja aku sama Krisna liat2 ke sekeliling and we found which one that we love when it used by someone.

Krisna : "Aku suka kalo cowok make jenis sepatu yang ituuuu.."
*aku masih bingung lihat2 model sepatu*

Febri : "Kalo aku yang ituuuuu. Hhaa."
*aku masih bingung juga yang mana*

Febri & Krisna : "Rina suka yang mana?"
*aku masih aja bingung celingak celinguk*

Sampai akhirnya aku menemukan jenis sepatu yang sebenarnya lebih kusuka daripada jenis2 sepatu yang sebenernya semua aku suka #looooh

Entahlah, it was funny. Kita kayak anak SD lagi ngobrolin sesuatu yang "polos" banget. Nyocok2in sepatu sama tipe suami idaman, masyaAllah, lugu-lugu unyu gimana gitu. And I don't know ini cuman obrolan santai atau emang bener2 keluar dari hati yang terdalam. Sampai akhirnya pembicaraan topik ini diakhiri dengan "Ntar kalo nyari kado buat suami, bareng2 yaaa." MasyaAllah, emang udah masa2nya, jodoh mulu yang dipikirin.

Semoga mendapatkan yang terbaik dari Allah swt sobat, semoga seperti yang diharapkan, bahkan yg lebih baik di mata Allah swt.

Buat Febri, good luck and keep your spirit buat S2nya, jangan lama2 cepet balik ke Banjarbaru, kalo libur pulang aja ke sini. I will be missing you!

Buat Krisna, good luck dan ditunggu kabar gembiranya dari beberapa tes lowongan kerjanya. Lancar terus usaha olshopnya. You can do it!

Aih, tinggal 17 jam lagi, aku mesti pergi ke Banjarmasin lagi, it feels like "mengembara ke hutan belantara" again. Dan ninggalin mamah+ade2 lagi. Sedihnya subhanallaah bgt. But the show must go on, let's do the best. Bismillaah. Remember all that you do just for Allah swt and for "their smile", jagoan kuat semangat!

NB: from the picture, the first one is Febri's, then Rina's, and Krisna's. You can imagine how our princes look like? Hhahaha.

-Nisrina Naflah-

11 Juli 2015

Katanya, Ternyata dan Oh!

Dulu sebelum masuk koas,
KATANYA sih koas itu yang penting rajin.
Kalo rajin insyaAllah koas lancar.
Gak perlu pinter2, yang penting rajin, KATANYA.

Terus pas masuk koas,
TERNYATA baru sadar koas itu yang penting beruntung.
Kalo beruntung insyaAllah koas lancar.
Gak ngaruh kalo rajin2, yang penting beruntung, TERNYATA.

Dan mantapnya lagi pas masuk stase ini,
OH! Bener2 sadar kalo di stase ini yang penting cantik.
Kalo cantik insyaAllah lancar, gampang segalanya.
Gak usah rajin, beruntung, yang penting cantik, OH!

Karena serajin apapun kamu, seberuntung apapun kamu,
Gak ngaruh, yang penting...

Enjoy ajaaa. Hhaha.

Semakin ke sini semakin sadar, dunia selalu dimenangkan dari akhirat.
Konsulen ganteng, dipuja2 dibandingkan konsulen yang meluangkan waktu untuk mengisi pengajian di akhir minggu.
Konsulen gak ibadah, dipuji2 dibandingkan konsulen yang menyempatkan tilawah Qur'an di sela2 kerjaan periksa pasien poli.
Pasien nomor satu ketimbang sholat dll.
Dan sebagainya.
Aku pun demikian, hingga menyadari, yaaa dunia koas membuat dunia selalu dimenangkan dari akhirat, TERKADANG.

Udah lah, yang penting...

Enjoy ajaaa. Hhaha.

Mau cantik2 dulu ah #bruuuuuuh

Hhaha.

-Nisrina Naflah-

6 Juni 2015

Ah, menjemukan

Sekarang saya sedang berada di tempat, suasana, dan kondisi yang sangat amat menjemukan. Sampai 7 minggu ke depan, menjemukan. Memuakkan. Menjengkelkan. Tapi tidak untuk guru, ilmu, dan pengalamamnya. Semua sangat luar biasa, mengagumkan. Hanya saja sekali lagi, ini benar2 tempat, suasana, dan kondisi yang sangat amat menjemukan.

10 Mei 2015

Sudut Pandang Mana?

"Wah, sepertinya ibu yang paling berperan dalam memotivasi anak2 ibu, hingga mereka bisa berprestasi dan sukses seperti sekarang."

Atau

"Wah, anaknya ganteng, lebih cocok kalo yang jadi ibunya si ibu yang cantik itu loh. Bapak kan ganteng, harusnya punya istri yang cantik juga."

Ungkapan mana yang akan kamu percaya?
Sudut pandang mana yang akan kamu pilih?
Kekuatan dan semangat seorang ibu untuk membesarkan anak2nya menjadi manusia yang sukses dunia akhirat ataukah kecantikan seorang ibu yang dapat meninggikan gengsi sebagai seorang suami?

Ungkapan mana yang lebih menggetarkan hati?
Sudut pandang mana yang lebih membukakan mata hati?

Detik demi detik terus bergulir, dan semakin banyak fakta yang membuatku semakin mengagumimu, wahai ibu.

:)

6 Mei 2015

Lagi2, Tentang Koas

Entahlah, makin ke sini makin sadar kalo koas emang bener2 hutan belantara. Gak ada istilah "gue care sama elu", "gue ngerti gimana perasaan elu", "ah, kalo gue jadi elu, gue pasti gak sanggup"
Semuanya pasti ingin memastikan posisinya aman, gak peduli temen udah cape hati, pikiran, perasaan, jiwa, dan raga (alahhh lebay)

Postingan kali ini baper banget. Yah, gimana gak baper, aku kira bakalan bebas, eh gak taunya dikasih "zona gak nyaman" lagi dan lagi. Berasa udah di ubun2, lelahnya. Kata mamah, ini pelajaran buat ke depan. Ntar bakalan banyak lagi zona2 yang di mata kita berasa gak nyaman. Well, hadapi aja dengan ikhlas.

Nah, itu dia masalahnya. IKHLAS itu susaaaaah, perlu waktu, dan jujur aja gak bisa 100%, menerima, legowo, tersenyum. SUSAH!

Dan hari ini, lagi2 tangis pecah pas curhat sama mamah. Cengeng? Banget lah! Apalagi kalo abah masih ada, beuuuh, cuap2nya pasti parah, curhatnya membara. Hhahaha.

Dan sekali lagi, ternyata koas itu identik dengan egois. Entahlah. Semakin ke sini, akupun merasa aku semakin egois. Jahat. Dan gak punya perasaan.

Koas. Koas. Koas. Lama2 mengikis rasa peduli, lama2 membentuk ego kembali. Gue untung, biar lo yang rugi. Allahu Rabbi, jaga kami.