13 Januari 2018

Karena

Karena aku tergantung apa yang kamu lakukan
Karena aku sesuai apa yang kamu perintahkan
Karena aku akan menerima apa yang kamu berikan
Bahkan ketika kata pergi menjadi pilihan
Hanya bisa mengangguk merelakan
Dengan secuil asa yang masih mengharapkan
Semoga terkuatkan

Banjarbaru, 13 Januari 2018

*rasanya sama seperti 03 Oktober 2012 silam*

26 Desember 2017

Perpisahan

Tanggal 20 Desember.
Aku selalu merasa itu tanggal perpisahan.
Entah perpisahan apa.
Dan terasa sendu dalam 2 tahun terakhir.
Entah karena apa.
Mungkin karena harapan.
Yang ternyata menguap menjadi khayal.
Mengerutkan dahi membentuk V.
Dan ujungnya berpikir tentang kehilangan.
Perpisahan.
Pelepasan.
Pengikhlasan.

20 Desember 2017

20 Desember Sendu

Hujan.
Masih di RS.
Jaga malam dari tadi malam.
Dan sekarang hujan.
Rasanya sendu.

Mungkin Allah ingin aku bertaubat pagi ini.
Berdoa memohon ampun.
Di usia yang genap 26 tahun ini.
Tapi tetap saja terasa sendu.

Terimakasih untuk mereka yang sebelum aku bangun sudah mengucapkan doa.
Diingat itu ternyata menyenangkan.
Sangat menyenangkan.

Hujan.
Masih di RS.
Dan setelah ini ke poskes.
Rasanya sendu.
Sendiri.
😌

5 Oktober 2017

Me -Part 3-

Nisrina Naflah
Entah nama pena, entah nama harapan, entah nama filosofi.
.
NISRINA
Selanjutnya Nisrina yang artinya bunga mawar putih. Okey bisa dibilang karena saking bingungnya nyari gandengan nama Naflah yang awalnya sudah kupilih, akhirnya dipilihlah Nisrina. Why? Alasan utama karena ada unsur RINAnya, hhaha. So simple.
.
Sebenarnya dari kecil aku suka sama bunga mawar, haruuum dan cantiiiik. Dan aku pun suka dengan filosofinya, mawar yang berduri, cantik tapi sulit untuk didapatkan. Tapi berhubung aku sadar aku ini gak cantik, jadi ya sekedar lewat aja sih makna bunga mawarnya, sadar diri lah ya.
.
Cuma ya dari semua warna mawar, aku memang paling suka warna putih. Gak tau kenapa, tenang damai aja lihatnya. Berasa kalem gitu (padahal aku grasak grusuk orangnya) dan melambangkan kesetiaan (katanya sih). Wah kesetiaan itu nomor 1 masbroh, hhaha (oh wanita).
.
Jadi intinya untuk Nisrina sendiri dipilih karena ada unsur "Rina"nya dan emang pas banget aku suka mawar yang warnanya putih. Jadinya klop deh, Nisrina Naflah. Moga jadi doa lah ya yang baik2nya. Hhoho.
.
Dan sekali lagi, diri ini sangat jauh dari yang diharapkan. Tapi semoga selalu berproses yak.

Me -Part 2-

Nisrina Naflah
.
Entah nama pena, entah nama harapan, entah nama filosofi.
.
NAFLAH
Dimulai dari Naflah yang artinya bunga matahari. Sejak kelas VIII SMP, aku mulai suka dengan bunga matahari. Sebelumnya aku juga lupa sih udah pernah liat bunga matahari yang asli atau gak. Aku mulai suka bunga matahari karena sebuah buku yang kubeli isinya kumpulan cerpen2. Dan salah satu cerpen yang bener2 menarik perhatianku adalah cerpen tentang "Bunga Matahari".
.
Di cerpen itu diceritakan bahwa si bunga matahari sangat mengagumi sang matahari. Dia selalu mengikuti arah matahari berada, pagi ke timur sore ke barat, dari fajar hingga ke ufuk senja. Begitu terus tanpa lelah, menatap dari kejauhan, mengagumi dalam hati. Gak tau kenapa tiba2 langsung suka dengan filosofi ini. Waktu dulu aku tipikal cewek yang suka memendam perasaan dan sebelumnya gak pernah pacaran (dulu...). Jadi kerjaannya emang cuma mengagumi dalam hati, tanpa memberi tanda, tanpa menunjukkan rasa. Sejak itu, apapun yang berbau bunga matahari, aku excited! (Sampai sekarang sih sebenernya kalo lihat bunga matahari excitednya lebay wkwk)
.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai terbuka dengan filosofi bunga matahari yang sebenarnya dan membuat aku semakin kagum dengan jenis bunga ini. Ceria. Kokoh. Besar. Hangat. Bermanfaat. Hellooo, I wanna be like a sunflower! (Nb: besarnya sih iya banget, badan aku BESAR 😅)
.
Walaupun sekali lagi, diri ini sangat jauh dari yang diharapkan. Tapi semoga selalu berproses yak.