14 April 2026

Hallo Long Time No See

 MasyaAllah, udah berapa lama vakum nulis blog? Sejak 2024, itupun cuman cuap-cuap gak jelas. Dipikir-pikir sekarang aku dah tua banget ya, dengan segala suka-suka-suka-suka-dan-duka kehidupan. Well, sekarang aku lagi menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak, lagi jalan semester 5, sekitar 2 bulan lagi menuju semester 6. MasyaAllah, udah 2,5 tahun jungkir balik melewati gunung, lembah, jurang dunia PPDS ini, ternyata terlalui aja.


Belakangan ini aku merasa ada yang kurang dari diriku, ada jiwa yang terlalu lelah diporsir untuk on track di pendidikan, sambil menjalani kehidupan sebagai seorang istri & ibu menyusui dengan 1 bayi dan 2 toodler. Aku merasa berada di puncak capek dan perlu melakukan sesuatu. Sampai akhirnya aku tau aku harus ngapain, NULIS !


Sekarang udah gak sempat lagi curhat sana-sini, apalagi kebiasaanku juga sudah mulai berubah (sejak menikah lebih tepatnya), aku sudah membatasi postingan-postingan dan curcolan-curcolanku yang gak penting di sosmed. Coba aja dulu, yaa ampun kalo sehari aja gak update status/ story itu kayaknya aneh banget. Status/ story dah kayak benang jahit. Sekarang, sudah gak lagi. Tapi imbasnya, aku merasa uneg-unegku ini tertumpuk di jiwaku. Sampai sudah gak bisa membendung lagi, tiba-tiba jadi mudah nangis, atau marah dengan hal kecil.


Curhat ke sahabat-sahabat pun sudah gak se-intens zaman dulu lagi ya. Karena semuanya pun sudah sibuk dengan keluarga masing-masing. Alhasil, rasanya otak ini mumet. Aku yang punya kepribadian ekstrovert ini kadang-kadang merasa perlu tempat untuk meluapkan semuanya.


Mungkin kita mulai nulis lagi, supaya ada kegiatan yang menyegarkan otakku ini. Pengennya sih nulis blog ini ada manfaatnya buat otakku, mungkin tentang kesehatan anak ya. Semoga aja terlaksana, bukan niatnya aja. Aamin.


-Nisrina Naflah-

27 Maret 2024

Terima Kasih

Hening,
Kembali terulang memori yang menyimpulkan senyum
Indah,
Namun hanya sekelebat sementara menghampiri

Seperti ada yang hilang,
Tercuri?
Dicuri?
Atau mungkin sengaja diberi?

Tersentak,
Tersadar,
Ada yang hilang,
Tapi tak ada penyesalan
Yang ada hanya terima kasih

Terima kasih atas segala memori

30 Desember 2022

Melapangkan Hati

Tampaknya perihal melapangkan hati bener2 jadi doa yang sering terlontar beberapa tahun belakangan ini. Semakin dewasa, semakin banyak hal-hal yang memberikan pelajaran bahwa mengalah itu lebih baik. Bahwa meluaskan hati adalah hal yang tidak sia-sia. Apalagi kalo ngomongin soal bahtera rumah tangga, duh beneran deh kalo gak melapangkan hati udah karam tu kapal. 

Sayangnya, tidak setiap waktu dan sikon itu bersahabat dengan ingin kita. Kadangkala, ada saat2 tertentu dimana kita gak serta merta bisa melapangkan hati dengan sesegera mungkin. Perlu waktu untuk menahan berontak, menjerit dalam diam, dan berdoa penuh harap agar hati lebih lapang dalam menerima segalanya. Bahkan kadang, harus memandang wajah anak-anak atau membuka kembali foto-foto mamah-abah. Menyejukkan hati, menenangkan gundah, hingga semangat untuk tetap bertahan muncul kembali.

Sungguh, ciyus, beneran, gak bohong, SUSAH LOH! Tapi HARUS! Semoga Allah selalu kuatkan ya, semoga Allah lapangkan hati ini SELUAS-LUASNYA. Aamiin yaa Rabb.

Semangat semuanya 💕

-Nisrina Naflah-

25 Desember 2022

Hey, I'm Back !

Hwaaaaah..

Udah lama banget ya gak wara-wiri di blog. Ya sebenernya beberapa kali ngeblog nulis uneg2 dalam 4 tahun terakhir, tapi baru diposting langsung dihapus gara2 terlalu takut dibaca orang hhahaha..

Semakin ke sini semakin bingung harus meluapkan perasaan kemana. Seorang ESTJ kayak aku, emang gak bisa kalo harus mengukung perasaan, menyimpan sendiri, dan diem gitu aja. I need a "room" to scream aloud.

Nengokin blogger, postingan terakhir yang dipost untuk umum itu tahun 2018, udah 4 tahun gak cuap2 di blogger, so long time..

Kemaren2 pernah cuap2 di twitter, eh langsung banyak yang negur, trus udah nyebar aja tu screenshootan tweet aku.. Sungguh terlalu hebat ya para netizen. Sekarang gak berani lagi cuap2 di twitter.

Btw, kali ini pengen aktivasi diri lagi buat nulis, untuk menjaga kewarasan, untuk menjadi semangat, dan untuk menguatkan diri yang lemah ini.

Lagian sekarang susah banget mau ngumpul2 curhat ke sahabat2 yang ada. That's why I think starting to blogging again can make me feel better.

Terlalu banyak nano-nano dalam hidupku sekarang, pertimbangan, kebingungan, dan tanda tanya, sampai hal-hal bodoh yang sempat lalu lalang di otak.

Well, it's time for writing again 💕💕💕

13 Januari 2018

Karena

Karena aku tergantung apa yang kamu lakukan
Karena aku sesuai apa yang kamu perintahkan
Karena aku akan menerima apa yang kamu berikan
Bahkan ketika kata pergi menjadi pilihan
Hanya bisa mengangguk merelakan
Dengan secuil asa yang masih mengharapkan
Semoga terkuatkan

Banjarbaru, 13 Januari 2018

*rasanya sama seperti 03 Oktober 2012 silam*

26 Desember 2017

Perpisahan

Tanggal 20 Desember.
Aku selalu merasa itu tanggal perpisahan.
Entah perpisahan apa.
Dan terasa sendu dalam 2 tahun terakhir.
Entah karena apa.
Mungkin karena harapan.
Yang ternyata menguap menjadi khayal.
Mengerutkan dahi membentuk V.
Dan ujungnya berpikir tentang kehilangan.
Perpisahan.
Pelepasan.
Pengikhlasan.

20 Desember 2017

20 Desember Sendu

Hujan.
Masih di RS.
Jaga malam dari tadi malam.
Dan sekarang hujan.
Rasanya sendu.

Mungkin Allah ingin aku bertaubat pagi ini.
Berdoa memohon ampun.
Di usia yang genap 26 tahun ini.
Tapi tetap saja terasa sendu.

Terimakasih untuk mereka yang sebelum aku bangun sudah mengucapkan doa.
Diingat itu ternyata menyenangkan.
Sangat menyenangkan.

Hujan.
Masih di RS.
Dan setelah ini ke poskes.
Rasanya sendu.
Sendiri.
😌

5 Oktober 2017

Me -Part 3-

Nisrina Naflah
Entah nama pena, entah nama harapan, entah nama filosofi.
.
NISRINA
Selanjutnya Nisrina yang artinya bunga mawar putih. Okey bisa dibilang karena saking bingungnya nyari gandengan nama Naflah yang awalnya sudah kupilih, akhirnya dipilihlah Nisrina. Why? Alasan utama karena ada unsur RINAnya, hhaha. So simple.
.
Sebenarnya dari kecil aku suka sama bunga mawar, haruuum dan cantiiiik. Dan aku pun suka dengan filosofinya, mawar yang berduri, cantik tapi sulit untuk didapatkan. Tapi berhubung aku sadar aku ini gak cantik, jadi ya sekedar lewat aja sih makna bunga mawarnya, sadar diri lah ya.
.
Cuma ya dari semua warna mawar, aku memang paling suka warna putih. Gak tau kenapa, tenang damai aja lihatnya. Berasa kalem gitu (padahal aku grasak grusuk orangnya) dan melambangkan kesetiaan (katanya sih). Wah kesetiaan itu nomor 1 masbroh, hhaha (oh wanita).
.
Jadi intinya untuk Nisrina sendiri dipilih karena ada unsur "Rina"nya dan emang pas banget aku suka mawar yang warnanya putih. Jadinya klop deh, Nisrina Naflah. Moga jadi doa lah ya yang baik2nya. Hhoho.
.
Dan sekali lagi, diri ini sangat jauh dari yang diharapkan. Tapi semoga selalu berproses yak.

Me -Part 2-

Nisrina Naflah
.
Entah nama pena, entah nama harapan, entah nama filosofi.
.
NAFLAH
Dimulai dari Naflah yang artinya bunga matahari. Sejak kelas VIII SMP, aku mulai suka dengan bunga matahari. Sebelumnya aku juga lupa sih udah pernah liat bunga matahari yang asli atau gak. Aku mulai suka bunga matahari karena sebuah buku yang kubeli isinya kumpulan cerpen2. Dan salah satu cerpen yang bener2 menarik perhatianku adalah cerpen tentang "Bunga Matahari".
.
Di cerpen itu diceritakan bahwa si bunga matahari sangat mengagumi sang matahari. Dia selalu mengikuti arah matahari berada, pagi ke timur sore ke barat, dari fajar hingga ke ufuk senja. Begitu terus tanpa lelah, menatap dari kejauhan, mengagumi dalam hati. Gak tau kenapa tiba2 langsung suka dengan filosofi ini. Waktu dulu aku tipikal cewek yang suka memendam perasaan dan sebelumnya gak pernah pacaran (dulu...). Jadi kerjaannya emang cuma mengagumi dalam hati, tanpa memberi tanda, tanpa menunjukkan rasa. Sejak itu, apapun yang berbau bunga matahari, aku excited! (Sampai sekarang sih sebenernya kalo lihat bunga matahari excitednya lebay wkwk)
.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai terbuka dengan filosofi bunga matahari yang sebenarnya dan membuat aku semakin kagum dengan jenis bunga ini. Ceria. Kokoh. Besar. Hangat. Bermanfaat. Hellooo, I wanna be like a sunflower! (Nb: besarnya sih iya banget, badan aku BESAR 😅)
.
Walaupun sekali lagi, diri ini sangat jauh dari yang diharapkan. Tapi semoga selalu berproses yak.

Me -Part 1-

RINA PURNAMA SARI
.
Nama yang dikasih sama abah-mamah 1/4 abad silam. Awalnya mau dikasih nama Desi Purnama Sari, tapi karena menurut alim ulama di kampung halaman mamah (tempat kelahiranku) nama itu gak cocok buat aku, alhasil digantilah jadi Rina Purnama Sari. Sebenernya gak ada arti khusus dari nama ini. Awalnya gara2 istri dari bupati daerah dimana aku dilahirkan itu namanya Purnama Sari dan aku lahir di bulan Desember jadi mau dikasih nama Desi Purnama Sari. Gitu deh, hhaha.
.
Banyak yang ngira aku ini orang Jawa, karena namanya Rina Purnama Sari. Kalo udah ada yang bilang gitu, diaminkan aja. Siapa tahu dapat jodoh orang Jawa kan. Hhaha.
.
Banyak juga yang ngira aku lahir pas bulan Purnama. Gak terlalu tepat juga sebenernya. Aku memang lahir di pertengahan bulan tahun Hijriah, tepatnya 13 Jumadil Akhir. Otomatis malemnya memang pasti ada bulan purnama. Tapi aku lahirnya siang, hari Jumat tepat ketika orang2 pas siap2 mau berangkat ke mesjid buat Jumatan. Jadi emang pas aja sih Purnama, tapi malemnya baru muncul bulannya, hhaha.
.
Dan aku juga sering dibully karena setiap kata di nama panjangku pasti ada huruf Rnya.. Sedangkan aku gak kebagian pas pembagian huruf R alias R aku seksi, hhaha.
.
Terlebih dari semua itu, aku selalu menganggap nama ini doa. Dibalik kekurangan dan kelemahanku sebagai hamba-Nya, aku ingin selalu menjadi PURNAMA yang dengan sinar temaramnya bersama bintang2 kecil, menerangi langit malam yang gelap dan sepi. Serupa dengan apa yang kurenungi ketika duduk dibonceng abah di motor saat berusia 8 tahun silam. "Namaku luar biasa" pekik Rina kecil di dalam hati.
.
#kayakpujanggaajabahasanya 😅 #butitistrue

23 Mei 2017

Selamat Jalan

Apa itu kehilangan?
Saat dada terasa berat ketika mengucapkan "selamat jalan"
Saat hati terasa sepi ketika menutup semua cerita
Saat diri sepenuhnya diharuskan untuk mengikhlaskan
Pergi, jauh, dan tak lagi kembali
Hanya mampu berbisik lirih,
Selamat jalan.

21 April 2017

Lantas?

Laki2 yg baik itu serius, iya dia serius..
Laki2 yg baik itu datang ke orangtuamu, iya dia datang..
Laki2 yg baik itu langsung melamar, iya dia melamar..

Lantas, untuk alasan apa aku harus berkata tidak?

Birul walidain :')

Ya, karena itu..

7 April 2017

Sad Sunflower?

Kebayang gak sih si bunga ceria sunflower akhirnya melayu dan sedih?

26 Maret 2017

Perhatikan Ucapanmu

Alhamdulillaah..

Udah lama banget gak cuap2 di blog. Btw ini udah rollingan internsip di IGD, and I wanna say IGD is better than PKM!!! Seru gila, gak terlalu monoton, dan DIHARGAI!

Well, kali ini bener2 ada hal yg bikin nyesek yang menuntun jemariku untuk membuka aplikasi blogger di tab dan taraaaa, aku mau cuap2!

Oke, kita semua sepakat kalo yang namanya ke kondangan temen kuliah itu perpaduan antara rasa hepi plus rasa nohok yg entahlah susah digambarkan sama kata2. Kita hepi karena bisa ngumpul sama temen2 kuliah yg sekarang udah pada nyebar dimana2, hepi karena bisa makan gratis, hepi karena bisa foto2, hepi karena kita bisa temu kangen satu sama lain! Nohok? Yap, nohok karena kita bakalan ditanya dengan pertanyaan standar yg bisa menggempakan hati yang udah retak, bikin tsunami gede di tengah ombak perasaan yang emang lagi mendayu2, "EH, LU KAPAN NYUSUL???" Ini pertanyaan nohok yang akhirnya lama kelamaan saking seringnya kita denger, jadi masa bodo lah lu mau ngenohok gue pake kalimat pertanyaan apaan, jawabannya sama, DI WAKTU YANG TERBAIK MENURUT ALLAH. Hhaha.

Sebenernya aku udh terbiasa diserang dengan pertanyaan -yang awalnya- berasa nohok bgt ini. Tapi sekarang, aku malah terkesima -alias bete tingkat tinggi- tatkala denger pertanyaan2 yang (mohon maaf menurutku) gak sopan dan gak etis banget buat ditanyakan. Apaan itu? Pertanyaan "Kapan isiiii?", "Kapan kami dikasih ponakan?", "Belum isi ya? Gak usah diet2an, banyakin makan sayur, blablabla", dan segenap pertanyaan sejenisnya yang ditujukan buat temen2 aku yg udah nikah, tapi belum dikasih rezeki hamil sama Allah, Seriusan ya, aku kalo udah denger itu pertanyaan/pernyataan terlontar dari mulut seseorang, rasanya aku pengen teriak mendadak, supaya yang ditanya gak denger pertanyaan yang gak etis itu!!! Dia pikir ditanya gitu gak sedih napa? Dia pikir ada sepasang suami istri yang nikah trus gak pengen punya anak? Dia pikir semua orang yang sudah nikah harus dicecar sama pertanyaan "Udah isi?" "Kok belum isi?" Blablabla. It's really hurt I think. Aku mencoba menempatkan diriku di posisi mereka yg dicecar dengan pertanyaan2 itu, dan tolong itu bener2 bikin sedih.

Sama seperti ketika kamu ditanya, "Kapan nikah?" "Kok gak nikah2?" "Kamu sih terlalu milih".. Ngasih sejuta pertanyaan ditutup dengan satu kesimpulan sepihak yang entah benar atau gak.. Emang ada gitu cewek yang gak mau nikah usia segini? Heran.

So, buat kalian yg lagi baca postingan ini, plisssss bgt hati2 kalo nanya masalah yang sensitif ini. Lebih baik didoakan aja langsungm tanpa mencerca dengan pertanyaan2 gak etis. Coba posisikan dirimu di posisi orang lain,agar sudut pandang dan cara berpikir kita lebih luas (nasehatin diri sendiri).

Udah ah cuap2nya, ntar kalo ada hal yang mengganggu pikiran, dicuap2in lagi deh.

Semoga Allah selalu menjaga kita :)

-Nisrina Naflah-

27 Februari 2017

A Year Ago

I would've never pictured my life the way it is now.

February, 27th 2016

The moment that made me really happy, but I've never known why the ending will be hurt. So hurt. :')

Putri Salju

Sedang berada pada fase dimana "aku ingin tidur panjang, dan terbangun saat semuanya indah"

So tired :')

4 Februari 2017

Suara Hati Sang Sunflower

Yaaa.. Namanya juga sunflower, always bright, show the happiness for all people around her, althought she has a sad story behind her smile.. But sometimes, apa yg dilakukan/diniatkan sunflower gak seperti yg dia bayangkan.. Sometimes, they don't care, he doesn't care, she doesn't care..

Berapa kalipun dicuekin, ketika mereka datang menghampiri, sunflower pasti akan tetap tersenyum..

Hey, I love everything about you!
If you need me, just come to me and share everything that you feel..
Wish you always get the best thing in your life!
Me, the sunflower, always stand here, waiting for you!
Because I am your friend, and you are my friend!
Semangat!

-Nisrina Naflah-

12 Januari 2017

It's Time for...

Hey blog, long time no see. I dont know why, but I really feel nothing now. Like a small boat in the ocean, terombang-ambing with myself. Confusing everything in my soul, my feeling. And I'm stuck in one point, I must let it go. Yes, it's better, although really hurt.
.
.
.
Kadang kau pikir lebih mudah mencintai semua orang, daripada melupakan satu orang. Jika ada seseorang telah terlanjur menyentuh inti jantungmu, mereka yang datang kemudian hanya menyentuh kemungkinan." (Rangga-AADC2)

8 Desember 2016

Seharusnya

Seharusnya, minggu ini adalah minggu2 bahagia..
Sekaligus minggu2 mendebarkan..
Dan minggu2 sibuk menyiapkan..

Seharusnya..

Dan gak tau kenapa, hari ini rasanya sedih..

Seharusnya besok bersama..
Nyatanya besok saya jaga IGD puskesmas..

Duh, takdir hidup siapa yang tahu..

Seharusnya..

Kenyataannya..

:')

25 September 2016

Untitled sekian

❤❤❤