15 Agustus 2010

Kapan Mau Pakai Kerudung???

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Alhamdulillah, puji syukur atas segala nikmat yang senantiasa dihadiahkan Allah kepada kita, hamba2-Nya yang sebenar-benarnya lemah. Shalawat serta salam spesial untuk Rasul kita tercinta, Nabi Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat en pengikut beliau dari awal hingga akhir zaman.

Hey, what's up brosist? Semoga slalu berada dibawah lindungan-Nya...aamiin...

Well, kali ini aku pengen nulis sekaligus sedikit berbagi pengalaman, tanpa maksud menggurui, karena aku pun masih lah seseorang yang awam, yang juga perlu bimbingan dan pengawasan dari teman2 sekalian.

"Kapan mau pakai kerudung?"


Pertanyaan yang sering dilontarkan kepada para gadis yang belum tersentuh hatinya untuk berkerudung atau berjilbab. Entah pertanyaan itu dilontarkan dalam konteks serius ataupun hanya
sebagai 'lelucon' untuk mencairkan suasana. Aku make judul ini, agar terkesan lebih ringan aja. ;)

Aku dulu juga pernah mendapat pertanyaan sejenis itu, bahkan dapat dikatakan 'sering' mendengarnya. Ketika aku mulai ikut majelis ta'lim (kami dulu menyebutnya majelis ta'lim, pas SMA baru aku tahu klo itu istilahnya liqo) ketika aku masih duduk di kelas 2 SMP. Waktu itu semangatku bener2 ON untuk mengikuti setiap pertemuan 2x seminggu di mushalla SPENSA. Rasanya waktu itu aku terlalu 'buta' akan agamaku sendiri, sehingga ketika aku berhadapan dengan suatu kegiatan yang dapat membuatku 'tahu' sedikit demi sedikit tentang Islam, akupun rasanya ingin hadir di setiap pertemuan itu. Terlebih ketika menghadiri majelis itu, aku harus berpakaian panjang alias pake jilbab, saat itu aku merasa identitasku muncul tanpa harus dipertanyakan, I'M MOSLEM!

Berbulan2 mengikuti majelis itu, dengan dibimbing 2 orang murobbi, Kak Nadia dan Kak Ayu, aku mulai memiliki keinginan untuk berjilbab. Iseng2, aku pernah menyampaikan keinginanku itu ke mamah, dan sudah dipastikan gimana mamah menanggapinya. Dengan spontan mamah bilang, "Rina mau pakai jilbab? Ah, ngaji aja belum lancar...Shalat masih bolong2..." Ketika mamah bilang gitu, aku langsung malu ma diri sendiri. Ya, langsung aja aku rajin baca Qur'an. Biasanya kalo disuruh, baru aku mau baca Al-Qur'an, semenjak mamah 'ngeledekin' aku, aku mulai baca Qur'an tiap selesai shalat Magribh en berusaha shalat 5 waktu. Begitu seterusnya, sampai akhirnya ketika akhir semester 2 kelas 2 SMP, salah satu murobbi kami, Kak Nadia, harus pindah ke kota kelahirannya.

Pas denger kabar kalo Kak Nadia mau pindah, kami semua nangis. Kami (apalagi aku) dah ngerasa
sayang bgt ma salah satu murobbi kami itu. Kak Nadia yang lembut tapi tegas, supel, suka becanda, penuh semangat, Subhanallah. Dan saat itu, kami harus rela berpisah dengannya, sesuai dengan sunnah Rasul, di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Setelah Kak Nadia pindah, majelis pun jarang terlaksana, kebetulan Kak Ayu juga mau pindah ke Banjarmasin. Sampai akhirnya, majelis itu bener2 terhenti. Dan keinginan untuk berjilbab dalam diriku mulai memudar.

Di saat itulah aku merasa iman yang sudah mulai terisi seiring dengan kegiatan majelis mulai kembali ke nol lagi. Dan saat itu, prinsipku mulai terabaikan, dan aku telah memilih jalan yang 'bisa dikatakan' sangat salah. Dan Allah pun meyadarkanku di saat aku bener2 merasa down. Begitu besar kasih sayang Allah terhadap umat-Nya. Begitu sayangnya Allah dengan seorang remaja yang bernama RINA PURNAMA SARI. Begitu baiknya Allah menjagaku. Hingga akupun mulai tersadarkan kembali, saat itu kelulusan SMP. Aku sangat ingin masuk SMANSA dan berniat untuk ikut rohis.

Alhamdulillah, keinginanku diwujudkan oleh Allah. Ketika GOE (kegiatan pengenalan & pemilihan ekstrakurikuler2 yang ada di SMANSA), aku mulai berjalan ke arah stand rohis. Tapi, langkahku selalu terhenti, berbalik, lalu kembali lagi, begitu seterusnya. Subhanallah, ternyata setan itu selalu menggoda kita untuk 'ragu' ketika ingin berjalan menuju kebenaran. Btw apa siiih Rin yang bikin loe ragu gitu ngedaftarin diri??? gini nih...

setan: ih, liatin tuh Rin. Yang ngedaftar di stand rohis pada jilbabab semua, kakak2 yang jaga juga jilbaban semua.
aku: ah, masa??? *sambil nengok ke stand rohis yang agak sepi*
setan: tu kan. loe liat sendiri, kaga ada yang gak jilbabab. loe belum pake jilbab kan, malu2in aja daftar rohis. sok alim loe.
aku: itu ada yang gak jilbaban... *nunjuk ke arah segerombolan makhluk di depan stand rohis*
setan: yaiyalah, yg loe tunjuk itu cowok2...edan... coba liat gak ada cewek yang jilbaban di stand rohis. ngapain loe daftar...malu2in...
aku: *bingung sambil berpikir, "ini siapa sih yang ngebisikin gw???jgn2 setan?!"*
iyaaaaaa...emaaaaang setaaaaan...hdeh2... (-_-!)

Dan Alhamdulillah, setan itu akhirnya terkalahkan juga ma keinginanku yang kuat buat ikut rohis, kebetulan aku ketemu temen (yang gak jilbabab juga) pengen ngedaftar di rohis, akhirnya kami bareng deh ke stand rohis. Subhanallah, di stand itu kami disambut hangat en kakak2 itu bilang, "Tenang aja De, gak usah malu. Rohis juga nerima yang gak jilbaban kok." *sambil senyum 10jari* (wduh, lebar amat yaaakkk!?) hhihihi...

Akhirnya aku jadi anggota rohis Smansa. 2 bulan setelah resmi jadi anak Smansa, bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun 2007, keinginan memakai kerudung dengan 'konsisten' mencapai puncaknya. Waktu itu aku ikutan kegiatan rohis, kebetulan rohis ngadain pesantren Ramadhan gitu, Subhanallah ramenya. Dan otomatis dong waktu kegiatan itu aku pake 'pakaian muslimah', dan celutukan2 tentang pakai jilbab pun mulai terdengar di telingaku..

"Subhanallah, Rina cantik bgt kalo pake jibab." (amiin, hhehehehehehehe... bisa aja nih kakak...)

"Wah, Rina... Kapan mau jilbabab beneran?"

"Rina pake jilbab aja..."

bla..bla..bla..

Entah kenapa, kalimat2 yang mereka lontarkan bener2 terdengar ikhlas. Aku tergugah, aku menangis, sampai akhirnya kusampaikan 'lagi' keinginanku untuk berjilbab ke mamahku. Kata mamah nanti aja, pas semester 2 atau naik kelas 2 SMA. Tapi aku bener2 gak bisa menahan keinginanku waktu itu, aku mikir "Ah, kalo umurku gak nyampe semester 2 gimana? gw kan kaga tau kapan gw kembali ada-Nya. Kalo ditunda2 terus ntar malah gak sempat, kapan lagi gw bisa ngelaksanain perintah-Nya yang satu ini? pokoknya lebaran tahun ini aku sudah harus berjilbab."
Akhirnya aku 'tengok2'duit tabunganku en kuambil beberapa lembar. Aku langsung ngacir ke tukang jahit sambil bawa baju seragam putih-hitam yang kupakai setiap hari Sabtu *kebetulan seragam hari Sabtu itu lengan panjang en rok panjang*. Aku ke tukang jahit buat bikin seragam baru, tapi yang 'lengan panjang+rok panjang', diam2 tanpa sepengetahuan orangtuaku.Sebelum lebaran seragamnya udah jadi, baru aku bilang ke ortuku. Dan gimana reaksi ortuku???? KAGET BUKAN MAIN...
"Gila nih anak, nekat bgt bikin seragam sendiri!" gitu ya Rin??? Ya gaaaak laaah!!! ortu kaget ala terharu gitu, sambil nanya pake duit siapa bikinnya??? ya pake duit tabungan laaah... Eh gak taunya duitnya digantiin...hhihiih... Gak boleh nolak rezeki kaaaan...fufufufu... Terus mamah bilang, "Alhamdulillah lah Bah, anak kita tanpa disuruh, tanpa kita paksa, sudah kawa memutuskan sesuatu yang bujur." Tanpa kuingin, airmataku meleleh pada saat itu.

Akupun langsung meluk mamahku. Rasanya itu kado Ramadhan terindahku. Alhamdulillaah. Belakangan akhirnya ku sadar, semua ucapan2 mamah ketika menanggapi keinginanku untuk berjilbab itu ada maknanya loh, mamah bukannya ingin menyuruhku untuk memperlancar bacaanku ataupun melengkapi shalat 5 waktuku sehingga menghalangiku untuk berjilbab. Bukan, bukan itu tujuannya. Mamah ingin aku benar2 "PAHAM" dengan keinginanku. Mamah ingin aku benar2 "KUAT" mempertahankannya. Mamah bener2 ingin aku ISTIQAMAH atas apa yang kuputuskan. Alhamdulillah, aku memiliki seorang mamah yang selalu mendukung anaknya, abah juga. Aku bersyukur diberikan kelancaran saat ingin memakai jilbab, dibandingkan pada tahun 80an-90an ketika jilbab dianggap jadi penghalang. Aku baca di buku "Jilbab Pertamaku", Subhanallah ternyata banyak bgt halangannya. Ada yang gak dibolehin ortu, ada yang dilarang ma sekolah, ada yang diancam dipecat dari kerjaan, ada yang dianggap jauh dari jodoh, dsb. Oleh karena itu, aku teramat sangat bersyukur telah diberikan kelapangan jalan untuk menunaikan kewajiban Allah yang satu ini. Alhamdulillah. :)

Yap, yang tadi itu aku hanya berbagi pengalaman. Sekarang yuks mari kita balik ke topik.

"Kapan mau pake kerudung?"

"Kok gak jilbaban sih?"


Jawaban yang sering terdengar (termasuk jawaban yang kujadikan tameng DULU)

1. "InsyaAllah, nunggu hidayah datang doakan ya." Jawaban yang sangat 'islami', gkgkgk... bener juga sih, dengan adanya hidayah serasa ikhlas untuk memakainya. Tapi setelah dipikir2, hidayah itu gak akan datang jika kita gak berusaha untuk mencarinya. So, jangan nunggu aja, tapi kejar. Kalo nunggu aja, kapan dapatnya??? Biasanya hidayah akan datang ketika muncul niat untuk merevolusi diri kita dan kita berusaha untuk mencari dan mewujudkannya. Jadi, jangan nunggu aja kerjaannya. Lagian berjilbab itu KEWAJIBAN semua perempuan yang sudah baligh. Dah ada perintahnya tuh dalam Al-Qur'an. Aku menyayangkan diriku sendiri, kenapa aku baru 'sadar' 4 tahun setelah baligh (dosa sudah numpuk lebih dari segunung, ditambah lagi belum pake jilbab selama 4 tahun, ampun Yaa Rabb). Aku 'iri' dengan mereka yang sudah menutupi auratnya sejak baligh, bahkan sejak kecil.

2. "Hmmm, aku belum siap. ntar deh kapan2. aku nge'jilbabin' hatiku dulu deh. Lagian Allah Maha Pengertian kok."
jiah, gubraaak... Lha, kita sendiri bisa ngertiin perintah Allah gak??? Masa cuman mau dimengerti sama Allah, tanpa mau mengerti kewajiban yang Dia perintahkan. Yang jadi majikan siapa? yang jadi hamba siapa? Belum siap? kapan siapnya? ntar pas tua? emangnya ada yang menjamin kalo kita panjang umur mpe tua? kalo gak sempat gimana? siap gak siap, harus siap dong. Jangan mau seperti aku dulu, menunda2 keinginan sampai ditegur Allah baru sadar, huft. Jangan kayak aku deh pokoknya. Harus siaaaaaap!!! :)

3. "Wah, shalatku masih bolong2, ngaji belum beres, masih buta ma pengetahuan agama. masa aku make jilbab?"

Shalat mah emang wajib kali, gak ada hubungannya ma keputusan untuk make jilbab. Terus gak peduli gimana pengetahuan(pemahaman) Islamnya atau kemampuan ngajinya kayak gimana, semua kena kewajiban 'berjilbab'. Intinya berjilbab itu wajib! kudu! harus! Dan ALANGKAH BAIKNYA, setelah berkerudung si muslimah terus belajar menyempurnakan pemahaman Islamnya, en terus berusaha memperbaiki kekurangannya, baik dalam shalat, mengaji, dsb. So, jadikan jilbab sebagai motivasi perbaikan diri dari waktu ke waktu.

4. "Ngeliat orang pake jilbab aja gw gerah, apalagi kalo gw yang make. Bumi panas tau, loe gak twu ya, global warming neh. Bisa2 gw nyebur ke kolam ikan klo gw pake jilbab."
Hdeh2, ini jawaban yang sarat akan alasan yang gak nyambung, pake global warming segala. ckckck. Hey, simpel aja ya. Loe mau kepanasan di bumi atau mau kepanasan di neraka? hayooo... Setidaknya dengan melaksanakan perintah Allah untuk menutup aurat, InsyaAllah kita dapat pahala (tentunya dengan niat yang jelas). Ya, tinggal dipilih, gerah karena jilbab ato panas api neraka??? Lagian, gak gerah2 amat kok. Kalo udah terbiasa malah terasa adem, kita juga bisa meng'adem'kan pandangan orang lain, khususnya pandangan kaum adam (mencegah kaum adam menambah dosa karena melihat hal2 yang bukan haknya). InsyaAllah.

5. "Hah? Make jilbab? Rambut gw ketutupan dong. Rambut mahkota wanita loh, gimana bisa ngegaet cowok ntar kalo rambut ketutup ma jilbab. Jauh jodoh, trus ntar susah nyari kerja di tempat kerja yang elit. Gak lah, ntar2 aja."
wah, ini nih alasan paraaaaah bgt. Ya, betul sekali bahwa rambut itu mahkota wanita. OLEH KARENA ITU, JAGALAH MAHKOTA ITU! (seperti halnya kita menjaga kevirginan kita en SELURUH tubuh kita). Kan bangga juga, dah nyembunyiin rambut en anggota tubuh lainnya dari pandangan cwo2 yang bukan muhrim secara langsung, trus kita persembahkan spesial buat suami kita ntar, beuuuh mantabbb... Tentang jodoh en kerjaan, sudah ada yang ngatur. Yakinlah. Semua ada di tangan Allah. Lagian sekarang ini udah jarang qo tempat kerja elit yang melarang untuk berjilbab (kalo dulu katanya banyak bgt). Malahan di kantor2 pemerintahan, diwajibkan berkerudung. Alhamdulillah, semua mudah qo kalo kita menjalaninya dengan ikhlas.

Dan masih banyak alasan2 lain yang di'pakai' ketika ditanya, "Kapan mau pakai kerudung?"

Biasanya, selain alasan2 itu, banyak 'pikiran2' yang menghantui "kalo aku pake kerudung, ntar bla bla bla." Ketakutan & kekhawatiran akan komen2 yang terdengar 'negatif' yang akan muncul ketika memakai jilbab pertama. Misalnya:

- "Cakepan gak pake jilbab deh, Neng." (masa siiiiiih?ckckck)
wah, gw juga pernah nih dapat komen kaya gini. Untungnya banyak juga yang bilang kalo gw lebih manis pake kerudung,hhihi (sekali2 narsis gak apa2 ya...fufufu)

-"Eh, ada Bu Haji lewat. Assalamu'alaikum Bu Haji." (Wa'alaikumsalam...*sambil senyum 5 jari* --> lebay)
kalo gini mah, di'Amin'in aja. Siapa juga yang gak mau jadi Bu Haji. hhehe...

- "Widiiiih dah insyaf ya???"
ya bagus dong kalo udah insyaf. Ntar keburu mati kalo gak insyaf2. ckckck...

- "Sok alim loe, pake jilbab segala."
wah, ini nih komen yang nyebelin. Bejat salah, jadi alim juga salah, seakan2 gitu. Terserahlah mau dibilang sok alim, sok sholehah, en sok2 lainnya. Yang penting luruskan niat en Allah Maha Mengetahui segala sesuatu tentang umat-Nya. Siapa juga yang gak mau jadi alim/sholehah. Ingat, tanpa 'sok' loh yaaa...hhe...

- "Dah pake jilbab sekarang? takut tambah item yaaaaa?!"

gubrak!!! gw pernah nih dikomentari macam beginian, sebel bgt gw. Astaghfirullah, masa berkerudung gara2 takut item? Rasanya itu sama aja dengan mempermainkan perintah Allah. Na'udzubillahi min dzalik. Jangan sampai deh terbesit niat yang begituan.

- "Rambutnya salah potong ya?"

- "Idih, loe kaya lontong lagi jalan."

- "Ada karung beras mau lewat, kasih jalang nyoook."

- "Pasti loe ketombean, jadinya loe mutusin pake jilbab, hayoooo ngaku..."
(ah, sesama ketombean jangan menghina dong... *loh???gubrak!!!*)

Masih banyak komen2 yang terdengar 'rada menyakitkan' yang muncul ketika mulai berjilbab. Bagi seorang muslimah tangguh, itu sih cuman hal2 biasa yang gampang buat dilalui. Cuekin aja, emang gue pikirin. Gue lebih mikirin Tuhan gw daripada omongan2 loe. Hhihihi... serem amat kalimatnya.

Yang jelas, jilbab BUKAN SATU-SATUNYA indikator ketaqwaan seorang perempuan, tetapi berjilbab merupakan suatu realisasi amaliyah dari keimanan (ingat pelajaran agama Islam tentang pengertian Iman, salah satunya harus dibuktikan dengan amal/perbuatan nyata). Hingga akhirnya amal itu akan merujuk pada sisi ketaqwaan kita. Satu yang pasti, Berjilbab itu kewajiban untuk semua muslimah.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 59)


“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya…..” (QS. An-Nuur : 31)


Tegas sebelum konsisten. Tegaslah mengenai apa yang menjadi keinginanmu, lalu sulaplah ia menjadi sebuah komitmen, hingga kau bisa seterusnya konsisten dengan apa yang kamu putuskan. :)

So, "Kapan mau pakai kerudung?"
DETIK INI JUGA!!! (langsung lari ke toko beli baju Muslim+jilbab sambil salto, jiahahaha...)

SEMANGAT KAWAN!!! ^^


nb: sebenernya pengertian jilbab dan kerudung itu berbeda. Jilbab itu menjulur ke badan dan lebar. Sedangkan kerudung merupakan kain penutup kepala. Jelas kelihatan, bahwa jilbab lebih mantap ketimbang kerudung. Tapi dalam masyarakat sekarang jilbab en kerudung itu sama saja. Hanya segelintir orang yang tahu perbedaannya.


Afwan jiddan jika banyak kata2 yang salah ataupun terkesan 'sok'... Semata2 hanya ingin berbagi pengalaman dan menulis apa yang ada dalam pikiran. Sesungguhnya ana sendiri masih banyak kekurangan, ana sendiri bukanlah seorang 'jilbaber' yang tangguh, masih sering terombang-ambing dalam pergaulan. Untuk itu ana menulis, untuk itu ana memohon kontrol dari kawan2 sekalian. Ana belumlah menjadi pemakai 'jilbab' yang sepenuhnya, tapi ana akan berusaha untuk terus memperbaikinya. Mohon bantuannya untuk berevolusi, berubah menjadi lebih baik lagi. :)

Kekurangan dan kekhilafan adalah milik ana sebagai seorang manusia, dan kesempurnaan semata2 hanya milik Allah swt. Mohon maaf atas segala kekurangan, semoga bermanfaat... ^^





_purnama_

(20 Juli 2010)

Pentingnya Berdo'a

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kaifa haluk? mudah2an selalu berada di bawah lindungan-Nya...

Akhir2 ini (terutama di waktu2 pengumuman kelulusan tes msuk univ), aku sering dengar kalimat dari beberapa orang teman yang mengatakan "Usahanya sama, tapi doanya berbeda". Well, kira2 apa sih maksudnya? Kalo aku sendiri menangkap makna dari rentetan kata2 itu bahwasanya usaha yang dilakukan kami semua itu sama, tapi mungkin doa2 kami berbeda2 dalam meminta hasil dari yang diusahakan. Cara dalam berdoa, adabnya, keutamaannya, isinya, dll.

Allah memiliki sifat Yaa Mujiib yang artinya Maha Mengabulkan. Oleh karena itu, janganlah sekali2 meragukan Allah, karena Allah pasti akan mengabulkan doa2 hamba-Nya. Kebanyakan orang (mungkin termasuk aku sendiri) terkadang merasa 'capek' untuk berdoa. Apalagi ketika doa2 yang kita panjatkan tiada kunjung dikabulkan oleh-Nya. Tenanglah kawan, Allah mungkin memang tidak memberi apa yang kita minta, tetapi Allah akan memberikan yang terbaik untuk hidup kita dan tentunya di waktu yang tepat. Jadi jangan pernah capek untuk berdoa, Allah Maha Mendengar sobat. :)

Oke, sekarang coba kita renungi bersama apa sih doa itu? Dari suatu buku aku pernah membaca, doa adalah suatu bentuk 'pengakuan' atas ketidakmampuan dan kelemahan kita sebagai hamba-Nya, kita meminta pada-Nya, kita memohon pada-Nya, karena kita hanya makhluk yang lemah. Doa adalah suatu kerendahhatian seorang hamba kepada Sang Penciptanya. Rendah hati, yap... Yang berhak sombong itu Allah, karena Allah lah Maha Segalanya. Tapi terkadang, kita pun tanpa sadar berlaku sombong dalam kehidupan duniawi (Astaghfirullaah wa'atubu illaih).

Mungkin ada aja yang nyeletuk, "ngapain capek2 berdoa, toh sudah punya takdir masing2, ngapain repot2 berdoa, jalani aja..." jiah, gak berarti dong hidup... Lagian doa itu perlu bgt, supaya kita bisa menjalani takdir dengan tersenyum alias ikhlas...

Lagian ada hadist yang mengatakan:
"Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, murkalah Allah kepadanya." (HR. At-Tirmidzi)

Nah lo,,, berdoa itu penting bgt yaaaa... Syukur2 dikabulkan sama Allah, kalopun gak, Allah pasti menggantinya dengan yang labih baik... Asalkan yakin, bahwa Allah akan mengabulkan doa2 kita dan akan memberikan yang terbaik untuk kita...

Apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi apa yang akan terjadi dalam diri kita... Ber-positive thinking-lah selalu, InsyaAllah hidup pun penuh dengan senyuman...

Wallahu a'lam bish showab...

(ditulis dengan pengetahuan yang masih dangkal, af1 jiddan atas kesalahan dalam tulisan.)

_purnama_

(Selasa, 20 Juli 2010)

8 Agustus 2010

hoaaaaaam... kabur...

aku gak bisa tegas dalam urusan yang satu ini.

aneh.

lagi2, ada rahasia yang muncul di depanku, tiba2, tanpa kumau.

huft, akan ada apalagi setelah ini?

hhaha...

selalu terlibat, tanpa ingin masuk ke dalamnya.

aku lelah.

bosan.

penat.

lebih baik aku 'kabur'.

lalu merintih.

rasanya ingin mendapat cahaya-Nya kembali.

lebih terang.

yap, aku ingin cahaya yang lebih terang dari sebelumnya.

akan kukejar.

setelah itu, semua akan menjadi tenang.

dan semua yang sudah membuatku lelah, akan hilang dengan sendirinya.

terlupakan.

dan hilang termakan waktu.

_anonim_

7 Agustus 2010

Ini Kisah Tentang Dia, Ry... :'(

Hwewh...

Bad new in this week!
kunci diary gw hilang!!!
oh, NO!!!

Oke, gw jelasin dulu gimana bentuk tu kunci "buku pusaka' gw. Sebenernya bukan kunci diary, tapi KUNCI-KUNCI diary. Yeah, itu terdengar lebih GAWAT. plural mameeend, bukan singular. Ini bearti korban yang berjatuhan semakin banyak. huft, maaf kalo gw lebay, tapi ini bener2 menyangkut hidup en mati gw. *sekali lagi, maaf kalo gw lebay*

Jadi, tu kunci2 gw satuin pake gantungan kunci sebuah merek sepatu yang cukup terkenal. Yeah, kunci2 itu gw gantung di meja belajar gw. Oh ya, kira2 ada 6 kunci yang gw satuin. Kunci dari diaryku yang pertama mpe yang terakhir mpe saat ini. Nah lo, sebenernya dah dari kemaren2 gw pengen nulisin diary, trus pas nyari kuncinya gw gak nemu, gw kira nyelip2 di meja belajar gw. Ywdah, berhubung gw lagi males waktu itu, jadi gak gw cari en alhasil gw pun gak jadi curhat ke diary gw.

Tadi pagi, gw udah kaga tahan pengen curhat di diary gw, dengan semangat yang membara disertai angin kencang dan badai tornado, gw cari deh tuh kunci, gw obrak-abrik meja belajar gw. Dan hasilnya??? NIHIL, kaga nongol tuh batang hidungnya. Gw mulai berpikir macam2, dan tiba2 trauma itu muncul kembali...





zzzzzzzzzzzzzttttttttttttttttzzzzzzzzzzzzzz

(alur mundur)

Di malam yang senyap (gw paling demen dah ma keadaan yg lenggang gini), gw lagi asyik2nya nulisin diary gw sambil meler2 (entah karena sedih ato karena gw pilek???gw lupa!)... Pintu kamar gw tutup dengan pengamanan yang super ketat agar rahasia negara tidak terbongkar. Gw ngerasa udah ngunci tu pintu kamar (kebiasaan buruk kalo gw lagi 'curhat' di kamar). Selesai nulis kaga tau kenapa rasanya ngantuuuuuk bgt, gw mulai curiga sepertinya ada yang masukkin obat tidur ke minuman gw (sinetron bgt!). Yap berhubung gw udah selese curhat di diary gw en gw 'merasa' pintu kamar udah dikunci dengan 100 buah gembok, gw pun langsung tidur dengan indahnya. Dan diary pun gak gw kunci (jangankan dikunci, ditutup aja kaga!!!) karena gw udah yakin kalo pintu kamar gw dah terkunci RAPAT, jadi gw pikir aman2 aja kalo gw gak ngegembok tu diary...

syyyuuuuup... gw pun pergi ke alam mimpi... tiba2 gw mimpi aneh, gw dikejar raksasa! dan.... jeng2...

gw buka mata gw pelan2, gw kebangun (layaknya orang yang baru sadar dari pingsan persis kaya di sinetron2), dan apa yang terjadi?! Raksasa itu muncul di dunia nyata!!! Raksasa itu ada di samping tempat tidur gw!!! dan apa yang dia lakukan?! DIA BACA DIARY GW!!! OH NOOOOOO!!! sumpede,,,gw pengen teriak waktu itu, gw pengen ngamuk sambil bilang, "Wooooooy, itu diary gw...!!! Jangan dibaca!!! Rahasia pribadi!!! PLEAAASSEEE... Keluar dari kamar gw, SEKARANG!!!"

Dan untungnya gw masih waras, gw masih sadar, en gw belum gila. Gw mikir, kalo gw teriak2 kaya orang kesurupan, gw bakalan ditimpukin tetangga gw ma sendal/sepatu mereka (kalo ditimpukin ma makanan sih kaga masalah...), dan satu alasan utama kenapa gw gak teriak2 adalah: ternyata raksasa itu BABEH GW SENDIRI!!! T.T T.T T.T

singiiiiing!!!! jeger.... dhuaaaar... dunia serasa gempa mameeeend... waktu itu gw bingung mau ngapain, alhasil gw PURA-PURA masih tidur. Padahal gw ngintip (ngebuka mata sedikit, tapi gaya orang masih tidur gitu, yeah gw emang jago akting). Hmmm, kalo loe liat gimana ekspresi babeh gw waktu itu, loe pasti ngetawai gw!!! Yap, GW!!! Gw bingung mesti ngapain, huaaaaah rahasiaku bakal kebongkar... Gw udah menduga apa yang bakalan dilakuin babeh gw setelah baca "buku pusaka" gw itu, PASTI babeh cerita ke mamah trus mereka ketawa2 gaje ngomongin anaknya yang sedang menjalani masa remaja, OH NOOOOOOOOO!!!

Gw liat muka babeh gw pas baca diary gw, ya Allaaaah... Senyum2 kaga karuan, terus berpindah ke halaman berikutnya air mukanya berubah jadi tampang 'kasihan' seakan2 bilang, "Kasihan yaaa anak cewek gw satu2nya ini, pasti lagi patah hati+sakit hati, memang malang nasibmu Naaaak!!!"... singiiiing!!! sekali lagi singiiiiing untuk ekspresi itu... (gkgkgkgk)

Gw udah ngerasa ini muka udah kebakaran jenggot (lho???), tiba2 muncul ide briliant (gw nyesel kenapa gak dari awal gw dapat ni ide,hhuhuu), gw pura2 menggeliat!!! sekali lagi, gw emang bakat jadi pemain film... Ngeliat gw udah menggeliat kaya cacing kepanasan, babeh langsung masang tampang WASPADA en langsung naroh diaryku itu di tempat semula en pergi ninggalin kamar gw sambil bergumam, "Tenang anakku, semua rahasiamu sudah aku dapatkan, huahahahahaha..." (hhihihi)

Sedetik setelah babeh nutup pintu kamar gw, gw langsung bangun kayak mayat hidup. Langsung gw sambar tuh diary, ngebuka2 en nebak2 bagian mana yang barusan dibaca babeh gw... Halaaaaaah, mana isinya pada JELAS semua, olalalala olalalala, gw maluuuuuu... Gw nabok2 kepala gw ke dinding, nyalahin diri sendiri yang terlalu polos untuk percaya pada hipnotis pintu kamar, arrrrggghh... gw kira tu pintu udah gw kunci, ternyata beluuuuuuuum... apeeeeees dah... T.T

zzzzzzzzzzzzzttttttttttttttttzzzzzzzzzzzzzz




Yap, gw jadi ingat ma kejadian itu, dan sekarang gw udah ngira yang macam2, jangan2 Babeh nih yang nyolong kuncinya... Ato jangan2 Raksasa yang ada dalam mimpi gw dulu yang nyolong (gak masuk akal), hmmm ato jangan2 ade2 gw sekongkol nih ngambil tu kunci, soalnya ade2 gw suka penasaran gitu ma "buku pusaka' gw... Hdeh2... Kalo sampai diary gw 'terbaca' lagi, beuuuh mati kutu dah... *takut setengah hidup*

Rasanya gw pengen ngubur semua diary2 gw ke dalam tanah sedalam2nya saking takutnya kalo ada yang nemu kunci2 itu en ngebuka diary2nya...kalo perlu gw pergi ke hutan trus ngubur diary2nya di situ. Ato gak, gw mau nyari sarang rayap, gw kasih makan tuh rayap2 ma menu spesial "buku2 pusaka'+bumbu airmata gw... Ato gampangnya, gw bakar aja tuh diary2, selesai...

TAPI, gak tegaaaa booo... di diary2 itu sejarah gw terukir!!! Satu kegiatan favorit gw: ngebaca diary2 gw... Itu ngasih efek yang tiada tara, (ceileeeh). Gw bisa ngakak sendiri, senyam-senyum sendiri, sedih sendiri pas ngebaca apa2 aja yang udah gw tulis di diary2 itu. Barang penting sebagai sarana untuk 'menoleh ke belakang'. So, diary2 gw berharga bgt, kaga boleh dibasmi, harus dilestarikan, kalo perlu mpe gw kawin, punya anak, punya cucu (amiin, moga panjang umur)... Alhasil, gw urungin niat2 gw diatas untuk meluluh-lantakkan diary2 gw...

Huft, tapi kemana ya kunci2nya??? kayaknya gw mesti ngebongkar kamar nih, kalo perlu ngebongkar rumah gw. Harus nemu tu kunci2, kalo kaga bisa gaswaaaat... hua hua hua... Yang bisa gw lakuin sekarang, nyimpen tu diary2 di tempat persembunyian yang aman. Kali aja yang ngambil kunci2 diaryku itu para alien dari planet Mars yang mau nyulik gw en mau ngejadiin gw putri kerajaan di planet mereka... (apa hubungannya coba??!!!)

Huaaaa, moga bisa nemuin kunci2nya secepatnya!!! gw pengen curhaaaat... gw maleees beli diary baru, lagi bokekkkk... *ngamuk, guling2 di rel kereta api*

Ya Allah, hanya Engkau yang tahu apa yang hamba tulis di diary2 hamba (dan tentunya Babeh yang tahu di beberapa bagian, -entah bagian yang mana-), tolong selamatkan kunci2 itu Yaa Rabb... amiin... *nangis darah stadium 4*

Well, ini kisah tentang dia, Ry...
maaf salah ketik, maksudnya: ini kisah tentang diary... ;D
(judul posting yang aneeeeh...)


sponsored by: ukhtirina.blogspot.com ;)
fufufufu...

_rhiena_

4 Agustus 2010

Yeah, gw cinta loe... ;)


Disaat kita bersama
Diwaktu kita tertawa menangis merenung oleh cinta
Kucoba hapuskan rasa
rasa dimana kau melayang jauh dari jiwaku juga mimpiku

Biarlah biarlah hariku dan harimu

Terbelenggu satu lewat ucapan manismu
 
Dan kau bisikkan kata cinta
Kau t'lah percikkan rasa sayang
Pastikan kita seirama
Walau terikat rasa hina

Sekilas kau tampak layu

Jika kau rindukan gelak tawa yg warnai lembar jalan
Kita reguk dan teguklah mimpiku dan mimpimu
Terbelenggu satu lewat ucapan janjimu
pengen deh, nyanyi lagu ini bareng ma 'loe'...  diiringi ma gitar, kayanya keren, fufufu...
gak tau kenapa, tiba2 aja ngerasa kangen berat, pengen sama2 lagi kaya dulu... becanda bareng, ketawa bareng, nangis bareng, makan bareng (ini nih yang penting, MAKAN!!!hhaha)... Kalo gw lagi marah, 'loe' pasti diem... hhaha... galak banget yakkk gw??? tpi gw bener2 sayang ma 'loe'...
hemmm, gak tahu kenapa? entah lagi kerasukan setan apa? kok tiba2 gw pengen nulis tentang 'loe'... Asli, gw pengen kaya dulu lagi... kangen, kangen, kangen, BERAAAT... huft... tpi kayaknya untuk ke depan, kita bakalan jarang bgt bisa ketemu... Semua gara2 ada 'dia'... :'(

Ahhh,,gaje bgt nie tulisan...oke2, gw perjelas... Who is 'dia'??? 'dia' adalah sesosok manusia yang bernama kuliah!!! (jiaaah, sejak kapan kuliah diangkat derajatnya jadi 'manusia' ???kapan2...) Yap, gara2 kuliah nih kita jadi kepisah... hwa hwa hwa... pas di sekolah aja rasanya udah serasa jauh (tapi hati tetep deket loh yaaa...^^), apalagi pas kuliah ntar, pasti tambah jarang ketemu. hhuuhuhuhu...

Sekarang gw cuman pengen bilang, "yeaaah, gw cinta 'loe'..." (sambil lari2 keliling taman, metik bunga, tengok2an di tiang, joget2 ala India)

gw juga bingung, kenapa sih gw bisa se'cinta' ini sama 'loe',,, yeaaah walopun gw akui, ada 'yang lain' juga di hati (dua hati...), fufufu... Tapi, gw bener2 gak bisa lupain 'loe'...

Huahahaha...lebay bgt dah nie postingan... gw2, loe2, dia2, de es be...Yang jelas dan yang pasti, gw ini juga mausia biasa yang punya rasa... So, kali ini gw mau bilang klo gw cinta bgt ma loe....

wahai SPUGANKERS.... :D :D :D

duh, kangen berat, pengen ngumpul2 lagi di rumah Felice ato Akbar ato Kynda de el el...
gw kangen ma rutinitas kita yang gaje tapi seru2... btw One day before Ramadhan tahun ini diadain gak???fuffuufufu...
Wah, jadi ingat dulu Pak Margono pernah marah2 mpe ngambek kaga mau ngajar di kelas kita lagi... Rasanya waktu itu gw pengen jingkrak2 salto sambil teriak "Horeeeee,,,kita gak belajar FISIKA lagi!!!!" Tapi, gw sadar, kalo gw lakuin itu, pasti perang dunia ke-0 bakal terjadi...fufufu... Alhasil, gw jaim2 gimanaaaaa gitu, sok marah2 di kelas sambil nangis2 kaya orang gelo (Haduuuh, untungnya kaga ada yang ngerekam waktu itu ya, maluuuuu...). Akhirnya, dengan kekuatan cinta yang ada demi membasmi nyamuk2 nakal (lho???), kita yang berhati lembut nan mulia pun akhirnya menghampiri sang Guru Fisika dan meminta maaf... hks hks hks... Kita pun berpelukan sambil ngelap2 ingus... (maaf, ini di luar skenario)

Seru2an pas ada acara2 Smansa, jadi runner up PKS, nyanyi2 lagu barat kaga karuan di depan kelas, bikin pohon jadi2an di dinding kelas, bikin lagu2 Banjar, ngumpul2 en ngabisin duit -bokap&nyokap-nya Felice (benar2 anak yang gak tahu diri), ngolokin guru yang selalu bikin kita ngantuk (siapa tuh yang baca doa tidur kalo ibunya masuk?! hdeh2), berdebat tentang "pisang goreng" dan "10 liter air yang diminum" ma guru itu, duduk2 selojoran ngalangin orang jalan di samping depan sekre (duh, di situ lah pokoknya), duh banyak dah pokoknya...

Oia, jadi ingat pas pertama kali ketemu di kelas X-3... Asli, gw rasanya "krik2" bgt... Bu Endang tiba2 muncul begitu aja di depan kelas (loe kira Jinny oh Jinny!?), dengan lembutnya beliau berkata, "Wahai kisanak sekalian, silakan diskusikan organisasi kelas dan perangkat lunak&keras lainnya!" *apaan coba, ini sih kata2 Bu Vero*...
Kita cuman ngangguk2 cuek bebek gitu... Sedetik. dua detik, 3 detik,  jeng2... Kaga ada yang respon... Berhubung gw anaknya supel en ramah tamah serta berhati awan nan lembut (LEBAY!), akhirnya dengan gaya kupu2, gw pun berenang ke depan kelas (emangnya kelas loe akuarium???!!!)

"Woy *tampang muka sesangar2nya*, susun organisasi kelas nyoook...!" gw dengan SKSDnya berdiri di depan kelas... Hdeh2, sebenernya gw maluuuuuu bgt, sumpedeh...

kriiik kriiiik...tak ada jawaban yang meriah... Gw langsung lompat dari kelas ke lapangan basket, gw mau bunuh diri waktu itu!!!
Alhasil, sebelum niat bunuh diri itu terlaksana, ada juga yang nyahut, "ayooo..." (Alhamdulillah, gw batal bunuh diri...!!!)

"Siapa nih yang mau jadi ketua kelas???" gw mulai SKSD lagi...hmmmffffhhh...

kriiik kriiiik, niat bunuh diri gw muncul lagi...

Tiba2, ada beberapa kambing yang mengembeekkk... embeeeek... embeeeek... Oalah, bukan kambing cuy, tapi sekelompok cwo2 gak jelas yang teriak, "Dzuuuuuuuuuuuuu.....!!!"

"Owh, sip... oke... Dzuu, kam jadi ketua kelasnya lah..." (pertanyaan gelo, seharusnya waktu itu langsung gw tulis aza di papan tulis kalo Dzuu yang jadi ketua kelasnya)

"Eh, jangan, aku kada bisa... dasar bageannya neeeh..." Dzuu mulai ngamuk mem'kambing'buta...

Dan begitu lah seterusnya... tunjuk sana tunjuk sini, sampai akhirnya gw dapat undian berhadiah... tiket gratis jalan2 ke Paris, ih wooooow... bukan,bukaaan... Bukan itu hadiahnya, hadiahnya adalah GW JADI KETUA KELAS di kelas yang RICUH itu... Selamat menderita, Rin!!! hhahaha


Itu 'dialog' pertama di spugankers, kurang lebih seperti itu lah, sekilo 10ribu, gak bisa ditawar!!! *bakat jadi pedagang?!*

Setahun bersama 'loe', udah sukses bikin gw cinta ma 'loe'... Jadi jangan salahkan gw kalo gw punya rasa ke 'loe', semua juga gara2 'loe'... (idih, seremmmm amat)

hhaha... gw cinta loe, SPUGANKERS... ^^
*kedip2 mata sambil monyongin bibir 100 cm*


*oke, foto terakhir ini jelas2 merupakan diskriminasi cahaya yang hanya dikuasai Felice (?)*



hmmm,buat hatiku yang lain (siapa lagi nih???!!!),,, itu tuhhh si SWAT,,, ntar gw bikin posting tentang loe juga deh, jangan ngiri ya...huahahahah... *gila stadium akhir*


iklan: jangan lupa jalan2 ke ukhtirina.blogspot.com , kalo mau jadi orang yang baik, difollow ye...huehehehe...
afwan atas kata2 yang salah...Jzk... ^^

_rhiena_