Tampilkan postingan dengan label gaje. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gaje. Tampilkan semua postingan

18 Februari 2015

Merindu

Aku benar-benar merindu
Sangat merindu
Tapi pada siapa rindu ini tertuju
Ah, mungkin aku rindu denganmu
Wahai calon imamku
Yang entah siapa dan dimana kamu
Apakah kau juga rindu?
Rindu dengan waktu terbaik itu
Selamat merindu, wahai calon suamiku
Sambil bersama-sama memperbaiki, dirimu diriku
:)

-Nisrina Naflah-

24 Juni 2014

Beda Tipis

Orang yang terlihat baik dan orang yang hanya ingin memanfaatkan itu beda tipis~

Berhati2lah~

Jangan terlalu senang jika orang itu terlihat baik padamu~

Karena setelah kamu menyadari bahwa kamu hanya dimanfaatkan, maka runtuhlah semua kebaikannya~

Begitu pula  hatimu~

4 November 2013

Untitled 9

Orang-orang yang merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa-doanya menguntai tangga yang indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yang lebih baik.

--Tere Liye

10 Oktober 2013

Apa Adanya?


Bersabar yuk... Bersyukur yuk... Ikhlas yuk... (ngingetin diri sendiri)



Hmm, membahas tentang apa adanya, apakah ada yang seumur hidupnya bisa berlaku apa adanya, tanpa menyembunyikan atau menahan sesuatu, pure apa adanya? Mustahil. Kenapa? Karena pada beberapa momen dalam kehidupan, kita memang harus tidak selalu apa adanya. Ada banyak hal yang harus disembunyikan untuk kebaikan. Ada beberapa hal yang harus ditahan untuk kemuliaan. Jadi, kalo menurutku sih gak ada yang bisa pure apa adanya.

Tanpa kita sadari, biasanya hal yang apa adanya itu bisa keluar dengan sendirinya tanpa komando, tanpa mikir terlebih dahulu, tanpa basa-basi. Spontan tercetuskan, spontan tergambarkan, spontan tertangkap mata orang sekitar. Keluar begitu saja dari hati. Susahnya kalau hal yang spontan terungkapkan itu adalah hal yang seharusnya disembunyikan/ditahan. Hey, itu parah! Tapi ya gimana lagi, terkadang apa adanya itu keluar dengan sendirinya dari hati, bahkan di momen yang seharusnya mampu menahan ke-apaada-an itu dalam hati.

Puyeng bacanya? Yeee sama, ane juga puyeng mikir, nulis, plus bacanya. Hahaha.

Intinya, lebih belajar menahan diri aja.
Karena pada beberapa momen dalam kehidupan, kita memang harus tidak selalu apa adanya.
Karena dalam beberapa hal, kita memang harus tidak selalu apa adanya.
Untuk kebaikan, untuk kemuliaan.

-Nisrina Naflah-

4 Oktober 2013

Untitled 8

aaaaaaaaaaaaaaaaaaa...
Yaa Allaah, kuatkan hamba-Mu yang lemah ini Yaa Allaah...
Selemah-lemahnya hamba yang tiada memiliki kekuatan melainkan kekuatan yang bersumber dari-Mu...
Sungguh, kuatkan hati ini Yaa Rabbi...
Lemah, selemah-lemahnya...
:'(



-Nisrina Naflah-

22 September 2013

Sebenarnya...

Sebenarnya...
Saya cuma mau bilang, saya hampir menyerah, dan kemungkinan besar akan menyerah.
Lebih memilih keluar dan pergi dari permainan ini, karena saya sudah tahu kuncinya.
Ya, saya mungkin sudah dapat menerka-nerka bagaimana akhirnya.
Jadi, daripada saya bertahan dalam permainan ini, lebih baik saya pergi.
Karena kunci-kunci itu mulai menampakkan wujudnya.
Dan saya amat sangat mengerti.
:)

YES!!!
-Nisrina Naflah-

14 November 2012

Tanda Tanya

Kukira baik awalnya
Ternyata hanya tipuan pikiran
Yang melelehkan kepercayaan
Tersadarkan akhirnya
Lantas hendak kemana langkah ini menapak
Terdiam di sudut persimpangan
Antara khayalan dan kenyataan
Antara hangat dan dingin
Antara melaju dan bertahan
Entah yang mana
Masih menjadi tanda tanya...

-Nisrina Naflah-

3 September 2012

Tapi Cukup Bagiku


Kadang kupikir aku beruntung
Tapi tak bisa pungkiri bahwa aku pun meronta ingin
Tak datar seperti ini
Ingin mendapat lompatan
Hingga aku dapat merasakan deru angin yang lebih nyata
Tatapan langit yang membentang indah
Bebas, leluasa, dan berbunga
Entahlah
Ini seperti jalan rata dengan banyak lobakan sana-sini
Tanpa bukit, tanpa lonjakan
Tapi cukup bagiku
Terimakasih Yaa Rabb

-Nisrina Naflah-

Ya, Aku...

Tidak pernah menyadari keberadaanku...
Hanya aku yang menyadari keberadaannya...
Ya, aku...
Dibantu dengan segelintir petunjuk yang direkam memori...
Aku yang menyadari keberadaannya...
Ya, aku...

-Nisrina Naflah-

29 Juni 2012

Untitled 5

Gurat senyum itu datar,
tampak seperti dipaksakan.
Alunan suaranya pun tak kalah datar,
tampak disengajakan.
Berperan layaknya bintang film handal.
Mungkin paradigma itu yang hendak dibangun.
Sayangnya, aku telah dulu menghancurkan pondasinya.
Ya, setidaknya kerlingan mata membuktikan.
Aura itu menutupi segalanya.
Namun sekali lagi, semua kartu sudah kupegang.
As!




-Nisrina Naflah-

18 Juni 2012

Berbeda

Berbeda...
Sedikit berbeda...
Lebih kuat...
Lebih sadar...
Dan lebih menjaga...

-Nisrina Naflah-

26 Mei 2012

lalala~

Bismillah...

Just posting some pictures..




with my black Angry Bird :))

13 Mei 2012

Sunflower Wedding, My Dream

Bismillaah.

Judul di atas so sweet banget ya. Ada kata-kata 'wedding'nya. Maklum, sindrom umur 20 tahun sudah muncul. Hhaha.

Bunga matahari, bunga yang paling aku suka. Tambah bunga mawar putih, cantik banget! Sesuai namaku, Nisrina Naflah. Kenapa suka bunga matahri dan mawar putih? Panjang ceritanya, mungkin kudu bikin postingan khusus buat satu alasan itu :)

Berhubung rasa sukaku sama bunga matahari lumayan gede, jadi aku pengen dekorasi pernikahan/pesta perkawinanku ntar (kalo udah ketemu jodoh, secepatnya. amiin yaa Rabb :)) itu full of sunflower. Nuansanya kuning, putih, hijau gitu. Waaaaaah, pasti manis banget. Aku suka banget googling2 nyari picture yang berkaitan sama tema dekorasi pernikahan. Dan ini dia beberapa yang aku sukaaaaa...

ntar fotonya gini kali ya, habis nikah, hha.

garden party...

wedding invitation

wedding cake :9

meja makan undangan...

 preety simple ;)

2 cincin, hhe...

Sebenarnya masih banyak, ada di laptop satunya. Ntar deh kapan-kapan diupload lagi...
Semoga bisa terwujud ye impian sunflower weddingnya, hhe.
(tapi bingung, di Kal-Sel kan jarang banget ada bunga matahari...Trus kalo kayak gini harus kawin dimana dong??? hhaaaaaaa)

7 Maret 2012

Untitled 4

Sebenarnya banyak hal yang ingin kutulis, banyak hal yang ingin kubagi, banyak hal yang ingin kutumpahkan. Tapi, entahlah. Aku seakan-akan kehilangan nafsu untuk bermain kata. Yap, terlalu banyak hal yang kuresapi, namun enggan untuk berkata.

Buntu sekali.

Mentok, gak bisa kemana-mana.

hha.


Yap, yang terbaik...

31 Oktober 2011

Untitled 3

"Subhanallah!!!"

Hanya kata itu yang bisa kupekikkan dalam hati. Bagaimana tidak? Semua yang keluar tampak seperti rentetan pemaknaan hidup yang diambil dalam setiap langkah jejak hidupnya. Menginspirasi, mengulas tawa. Ingin menerobos waktu, kembali. Atau bahkan mematahkan waktu hingga terjamah. Aku rindu dengan nyanyian itu, konyol, membahana mengundang canda. :'D Penuh inspirasi...

10 September 2011

Untitled 1

"Do you hear me? I'm talking to you. Across the water across the deep blue ocean, under the open sky. Oh my baby I'm trying."



7 September 2011

Tak Pernah

Tak pernah kutemukan yang seperti itu,
tak pernah sekalipun.


Dan ketika kumenemukannya,
"Apakah ini nyata?"

16 Agustus 2011

Kepala Melayang


Kepalaku melayaaaaaang!!!

Alhamdulillah,hri ini Allah masih ngasih nafas kehidupan buat aku.

Hmmm, harus mulai darimana yak? Mulai dari kepalaku yang melayang. Eits, tenang kepalaku masih nyambung ke leher kok. Lantas kenapa melayang? AKU BARUSAN POTONG RAMBUT DAN APA YANG TERJADI? Guntingnya salah potong kepala? Bukan, sudah dibilang kalo kepalaku masih di tempatnya. Lalu kenapa? RAMBUTKU PENDEK BANGET, POLWAN AJA KALAH!

Well, udah sekitar 2 tahunan aku nggak potong rambut, alhasil terbentuklah rambut yang indah nian sepanjang pinggangku, panjang banget kan!!! Sebenarnya nggak juga sih, kalo dibandingkan sama rambut terpanjang di dunia. Tapi ini rambut terpanjang yang pernah aku punya, mungkin kalo aku jadi iklan shampoo, pasti shampoonya jadi laris deh (oooooh tidaaaak bisaaaa). Rambut panjangku itu memiliki kemampuan untuk melibas ancaman-ancaman dari luar, gajah aja bisa 'tekipai' (baca:terlempar jauh) gara-gara libasan rambutku (jangan percaya!!!).

Serius, tu rambut udah panjang banget. mba2 di salonnya aja bilang,"Aduuuh, sayang banget mba kalo rambutnya dipotong, udah panjang, lurus lagi." Aku cuma nyahut dalam hati, ini kan rambut gue, suka-suka gue dong mau motong apa kagak! (*plaaaak!)

Alhasil dengan ketajaman hati dan dalam tempo sesingkat-singkatnya (gak nyambung!), dipotonglah rambutku. Pas ditanya, "Potongnya sampai mana?". Aku jawab aja,"Sependek-pendeknya ya. Sampai gak bisa diikat." (yakin deh, aku lagi kerasukan setan rambut SKI 1). Dan akhirnya, jeng jeng jeng, pas udah selesai aku syok! Ini beneran pendek banget! lebih pendek dari potongan rambut anak-anak paskib. jegeeeer.

Awalnya aku masih nyoba buat nyantai sambil nungguin mamahku yang lagi potong rambut juga, aku coba hibur diriku sendiri dan mikir kalo ini belum terlalu pendek. Pas udah nyampe rumah, ke kamar, lihat cermin, Allahu Akbar!!! Aku tambah syooook. serius deh, ini bener-bener pendeeeeeeek, polwan aja kalah. Huaaaaaaa. Mana ade-adeku ngejekin lagi. Halaaaah, galau jadinya, kembalikan rambutkuuuuu.

Hhahaha, tapi aku nggak selebay itu kok (padahal sebenernya lebih parah lebaynya). Toh ni rambut nggak keliatan juga ketutup ama jilbab alias hijab. Lagian setelah potong rambut, kepalaku jadi ringan, kaya melayang gitu, hhoho. Nggak perlu ngikat-ngikat lagi, shampoo juga gak cepet habis, nggak panas, dan sporty, uyeaaaah. hhoho. (*plaaak!) Terus nggak takut keliatan rambut lagi, dulu pas rambutku masih panjang, kadang-kadang jadi ribet sendiri kalo ikatan rambutnya lepas, ntar rambutku keliatan ama yang non muhrim kan berabeee. Sekarang semua aman dan terkendali, hhohoho (ketawa pahlawan bertopeng)

Tapi tetep aja aku harus bersabar dari Fajar en Adi yang ngoceh mulu tentang rambut baruku di rumah. Ggggrrrrrhhhhh. Awas ya anak-anak itu, ntar kusuruh dibotakin aja mereka kalo potong rambut. :P

(Nisrina Naflah)

12 Juni 2011

Ah, Lagi-Lagi...

Ah, lagi-lagi dia menyerang tanpa komando.
Tersudut dan kalah lagi.
Sekuat apapun melawan, akhirnya jatuh lagi.
Hukum alam, begitu alasannya.
Tapi semudah itukah goyah?
Segampang itukah rapuh?
Dimana kekuatan itu?

Ah, lagi-lagi dia datang tanpa tanda.
Terkecoh dan diam lagi.
Seteliti apapun mengawasi, akhirnya tertipu lagi.
Ajaib, begitu katanya.
Tapi sehebat itukah kuasanya?
Sekuat itukah pengaruhnya?
Dimana kekuatan itu?

Kekuatan untuk melawan.
Kekuatan untuk menahan.
Kekuatan untuk menantang.

Ah, lagi-lagi tak berkutik.
Hanya tersudut dan diam.
Merangkai makna entah berantah.

Ah, lagi-lagi aku kalah.
Karena memang tak bisa dilawan.
Takkan pernah bisa.

(Nisrina Naflah)

4 Juni 2011

Basket itu Berprinsip ;)

"Priiiit...!!!"

Bunyi peluit wasir terdengar, riuh suara penonton masih membahana di lapangan basket. Backball. Kini bola basket pun berpindah ke tangan tim satunya.

"Pelanggaran ya???" tanya temanku yang sedari tadi duduk di sebelahku.

"Yap," jawabku singkat.

"Jadi kalo udah bawa bola setengah lapangan ke arah ring lawan, gak boleh balik lagi ya bolanya???" dia mencoba menyimpulkan apa yang baru saja dia lihat di lapangan.

"Hooh, kalo balik lagi namanya backball. Terus bolanya jadi buangan lawan," aku mencoba sedikit menjelaskan.Maklum, temanku itu bukan seseorang yang berkecimpung dalam basket layaknya aku. Jadi, wajar saja dia bertanya demikian.

Tiba-tiba temanku yang lain ikut mencelutuk, "Ribet banget ya main basket, bolanya gak bebas. Coba kalo sepak bola atau futsal, mau kemana aja bolanya, asalkan masih di dalam lapangan gak masalah tuh."

Tanpa pikir panjang, spontanitas, aku menjawab dengan kata-kata yang mengalir begitu saja.

"Basket itu punya prinsip. Kalo udah di garis tengah lapangan, bolanya gak boleh dibawa balik lagi. Harus terus ke depan, ke ring lawan. Ibaratnya ye, kalo udah putus, ya nggak boleh balikan lagi. Zina kan. Jadi nggak boleh balik, bolehnya nikah, menyambut masa depan dan berjalan bersama-sama di jalan-Nya untuk menggapai kesuksesan dunia dan akhirat. Melangkah bersama dan takbirkan asma-Nya."

Jreeeeng jreeeeeng... Kaga tau lagi kesambet jin apa gue waktu itu, lebay banget yak. Hhehe. Tapi beneran loh, basket itu berprinsip. Sama kayak gue, hhehe. (sekali-sekali narsis kagak ape-ape kan ye???) :))

-Nisrina Naflah-
(di saat tak bisa lepas dengan satu hal)