Tampilkan postingan dengan label happy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label happy. Tampilkan semua postingan

26 Desember 2013

Dua Bebek

Alhamdulillaah, alhamdulillaah, alhamdulillaah.
Masih berusaha untuk jadi pribadi yang senantiasa sabar, syukur, dan ikhlas, chayooo!!!

Hey, postingan kali ini sebenarnya telat sih. Mau ngebahas tentang dua bebek. Alkisah, ada segerombolan bebek yang hidup bahagia. Mereka memiliki tempat bermain yang sama, di sebuah kali yang terletak di tengah hutan yang penuh dengan semak belukar yang indah. Segerombolan bebek itu sering sekali bermain di sana bersama-sama. Ber-kwek-kwek dengan riangnya, tentu saja mereka selalu berjalan maupun berenang secara rombongan, bebek jantan dengan bebek jantan, bebek betina dengan bebek betina. Mereka nggak pernah campur baur, soalnya bukan muhrim katanya, hhaha. Di antara banyaknya gerombolan bebek itu, ternyata diam-diam ada yang saling jatuh cinta, tapi mereka hanya diam dan menutupinya. Kata ustadz dan ustadzah bebek, mereka harus diam dan banyak-banyak berpuasa, hhaha. Dua bebek itu pun bertingkah seolah tak ada apa-apa, padahal dalam hati siapa yang tahu? Hanya Sang Pencipta mereka saja yang tahu dan Maha Tahu. Hingga akhirnya kedua bebek itu sudah mulai dapat menjaga hati mereka masing-masing. Tiba-tiba, datang banjir badang saat gerombolan bebek sedang asyik bermain. Hal itu dapat dipastikan terjadi karena penebangan liar yang dilakukan orang-orang kota yang tidak bertanggung jawab di hutan itu. Seenak jidatnya meraup keuntungan dari bumi tanpa muka berdosa. Hey, lihatlah bebek-bebek itu hanyut terbawa arus banjir badang yang sangat besar. Siapa sangka, aliran arusnya membawa mereka ke sungai di sebuah desa. Dan siapa sangka dua bebek itu diselamatkan oleh seorang anak kecil dari desa tersebut. Mereka dirawat dan dipelihara dengan baik.
"Hey, ternyata ini bebek jantan dan betina," ucap si anak tersebut.
"Oh, benar. Kita kawinkan saja, biar bertelur banyak dan kita kembangbiakkan. Sebagian telurnya bisa kita jual ke kota," kakaknya mengajukan sebuah ide.
"Hahaha, iya ya Kak. Pasti anaknya lucu-lucu," sang adik tertawa membayangkan.
Happily ever after, dua bebek itu akhirnya menikah, memiliki banyak telur, dan memiliki banyak anak-anak. Mereka pun bahagia, dunia-akhirat. -TAMAT-
Bwahahahahahahahahahahahahahahaahahahahahaha.

Percaya kalo postingan kali ini tentang cerita dongeng di atas? Hhahaha. BUKAN! Cerita di atas muncul gitu aja pas mau nulis kalimat pembuka postingan kali ini, anggap saja itu adalah "sudut pandang istimewa" seperti yang dibilang Bang Tere Liye. Iseng doang, hhahahaha. Tapi bisa diambil pelajaran tuh, kalo menikah berlandaskan cinta karena Allah itu solusi buat bahagia dunia akhirat (nah lo, mulai lagi kan... Gejolak kepala 2), hhaha.

Well, kita masuk ke topik yang sesungguhnya. Jadi, kali ini aku ngambil judul "DUA BEBEK" itu sebenarnya mau ngasih gambaran tentang, hmmmm, kok rada berat ya bilangnya? Hahahaha. Ya, maksudnya ngasih gambaran tentang usiaku sekarang yang serupa dengan DUA BEBEK aliah 22 tahun! Tua bener yak? Hhahaha. Alhamdulillaah. Banyak banget sih yang dirasain di 20 Desember tahun ini. Ini adalah 20 Desemberku yang kedua tanpa abah, tentu rasanya ada yang kurang. Hey Babeh, anak perempuanmu yang unik ini sudah 22 tahun loh! Hehehe.

Ini foto bareng abah di Kotabaru waktu usiaku genap1 tahun (20-12-1992)

Hal yang beda lagi adalah kondisi kai (ayah dari mamah.red) yang agak berbeda dari 20 Desember tahun sebelumnya. Tahun lalu kai masih sehat, belum kena semacam Alzheimer gitu, bahkan tahun lalu aku masih foto-foto sama beliau, noh fotonya:
Nah, ini foto bareng kai waktu umur 21 tahun (20-12-2012)

Dua hal itu yang rada bikin sedih sih, tapi selain 2 hal itu, aku sangat amat bersyukur atas segala nikmat yang udah Allah kesih ke aku dengan cuma-cuma. Hey, aku masih dikasih umur panjang, masih dikasih nikmat iman, Islam, dan ihsan, diberi indahnya rasa sabar, syukur, dan ikhlas, diizinkan melewati 20 Desember 2013 kali ini sama mamah, Fajar, Adie, keluarga, dan sahabat-sahabat. Kalo ditulis di sini juga gak bakalan bisa menulis nikmat dari Allah yang aku rasain.

Umur dua bebek ini bisa dibilang usia yang dewasa, jadi harusnya gak boleh kayak anak kecil lagi, pecicilan, grasak-grusuk gak karuan, teriak ngakak sana-sini, sombong, takabur, iri, dengki, sotoy, egois, nyakitin hati orang lain, suka telat, suka cari-cari alasan, suka ngeluh, suka ngerendahin diri sendiri, suka ngambek, dan banyak lagi yang lain. Waduh, banyak banget ya yang harus diubah (tuh kan, baru dibilangin, udah ngeluh lagi), hhaha. Dicoba ya, diusahain, diupayain, sedikit demi sedikit, terus memperbaiki diri, jadi hamba-Nya yang luar biasa, yuhuuuu.

Okeh, 20 Desember selalu jadi hari istimewa, karena apa? Banyak sekali bercucuran doa-doa dari semuanya. Dan aku ini orang yang paling suka kalo dapat doa dari orang lain, soalnya aku sendiri banyak dosa (you know what I mean). Lebih-lebih kalo doa'nya itu dipanjatkan diam-diam dalam hati seseorang, tanpa diketahui sedikitpun, soalnya kan hadits bilang kalo“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu." Cihuy banget kan yaaa.

Berhubung usia 2 bebek ini bisa dibilang usia yang langka (kalo usia 1 bebek, aku belum bisa posting di blogger, kalo usia 3 bebek mungkin gak nyampe kali yah, wallahu a'lam jika Allah yang berkehendak), jadi postingan kali ini akan menampilkan serba-serbi di usia 2 bebekku.

Yang Pertama, bersama mamah-Fajar-Adie. Kita jalan-jalan ke Banjarmasin, nyari sesuatu dan akhirnya dapat! Yeyeyeyeyey, Alhamdulillaah senang. Walaupun rada gimana gitu, tabungan yang rencananya buat nikah 2015 ntar (hahahaha) ludes seketika, yeah harus nabung lagi, go go go! Gara-gara akunya juga yang gak sabaran kemaren-kemaren, kena tipu, ludes deh tabungan. Huks, tapi gapapa, penuh pelajaran! Setelah keliling-keliling kita makan di DM, yang aneh itu si Fajar, dia gak mau mesen apa-apa (biasa lah, takut BBnya naik kali), padahal aku yang traktir loh. Yaudah akhirnya aku pesenin aja makanan yang rada ringan gitu, ujung-ujungnya dimakan juga sama dia, hhaha.

Fajar si Ceking, gak mau makan apa-apa,ckckck

Mamah sengaja foto candid gitu, hhaha. Cantik kok, mah! :*

Adie si cakep aku foto tiba-tiba, jadi gini, hhaha.
Terus kami jalan-jalan bentar, pas lagi nunggui mamah lihat-lihat baju di Shafira, tiba-tiba aku denger pengumuman, "Perhatian, panggilan kepada Rina Purnama Sari, ditunggu kawannya di depan Pizza Hut." Awalnya aku nggak ngeh, pas panggilan kedua aku mulai heran, kenapa namanya sama persis ya sama namaku? Aneh juga, ngapain diumumin segala, kalo itu beneran aku yang dipanggil ya tinggal nelpon/sms aku aja kan? Aku sama sekali gak keGRan. Pas mamah yang denger pengumuman itu, mamah langsung nyuruh aku ngecek dulu ke sana, kali aja beneran aku si Rina Purnama Sari yang dimaksud. Lha, aku bilang aja ke mamah, gak mungkin itu aku, siapa juga yang manggil-manggil aku via mba2 pengumuman itu, lagian nama Rina Purnama Sari itu BEJIBUN di Indonesia, cek aja di facebook atau twitter, banyak banget yang namanya Rina Purnama Sari (hikssss, pasaran). Yaudah, akhirnya kami turun dan nyampe di lt. 1 mamah nyuruh ngecek dulu ke depan Pizza Hut, dan hasilnya? Nihil, gak ada tuh tanda-tanda ada temenku. "Tuh kan mah, bukan Rina." Hahahaha. Untung aku gak keGRan. Mamah masih ngajakin lihat-lihat baju di Ranti lantai dasar. Belum berapa menit di Ranti,tiba-tiba Ditonk nelpon, nanyain lagi dimana. Terus nyuruh aku gak kemana-mana dulu, soalnya mau ngebalikin botol minum aku yang ketinggalan di kampus. Okedeh, kami nunggu di Ranti. Gak berapa lama, tiba-tiba aku lihat Detty sama Yeni lari2, terus masuk ke Ranti sambil pura-pura gak sengaja ketemu aku, hhahahahahaa. Asli muka Detty waktu itu polos banget sambil bilang, "Eh, ada Rinaaaa." Bwahahahahahaha, aku langsung keluar dan bilang "aku udah lihat kok, gak usah pura2 gitu deh Det, muka kamu gak pas aktingnya, hhahaha" Yeni langsung mukulin Detty, lucu. hhaha. Terus tiba-tiba dari arah belakangku datang 2 bidadari bumi (eaaaaaaa, hahahah) si Ditonk sama Nyid bawa cake sama kado. Ahahaha. Terharunyaaa, dan ternyata yang bikin pengumuman tadi itu mereka! Dan ternyata lagi, pengumumannya juga mereka bikin di Solaria dan Gramedia, oh noooo, betapa terkenalnya aku hari itu di DM, ckckckck. Luar biasa ya 4 cewek cantik itu. :')

Ini difoto sama Fajar, sebenarnya 4 kali foto, tapi gak ada hitungannya, jadi 4 foto sama semua gayanya, hiks.  Dari kiri-kanan: Yeni-Ditonk-Mamah-aku-Nyid-Detty. Makasih ya cantik2 kesayanganku. :*
Kue yang ganjil sekali, sejak kapan mereka mau nulis Rina Cantik, ini keajaibaan!

Kejutan belum berakhir di DM, ada yang lebih bikin terharu. Nyampe rumah ternyata di kolong pintu sudah ada kertas yang bertulisan ini:

Ternyata mereka ke rumah pas aku udah pergi ke Bjm, kasihan jauh-jauh dari Bjm ke Bjb, akunya malah gak ada. Maaf yaaa sobat, terima kasih banyak atas 20 Desember 2013nya. :')


Yang Kedua, special greeting cards from my great friends! Ada yang so sweet, ada yang gokil, ada yang gelo, ada yang minta ditabok, ada yang gosip, ahahaha~ But, I love all of them! Really lovely! :')

Ini greeting card pertama yang aku dapat, dari Ditonk sayong, hhaha. Unyu banget doanya, "segera dapat pangeran duani akherat" AAMIIN YAA RABB! :D :D :D Terus apa itu "RINA si Purnama kami yg selalu bersinar walau tertutup kabut malam sekalipun"??? Puitissssss banget, ahahaha. Makasih sahabat sabuuun. :D
Ini dari Piecan alias Epie. So sweet banget ah Epie, theme'nya Eeyore yang aku suka, terus doanya berkaitan sama beberapa poin dari 100 mimpi yang aku bikin, makasih Piecan cantik!
Ini juga dari Piecan. Sama kaya yang sebelumnya, gaya greeting cardnya lembut banget, persis sama orangnya. Mana aku didoain supaya lembut lagi, aaaaah Epie bikin malu aje, hhahaha *ups harus kalem... :)
Nah ini dia greeting card yang gosip banget yaaakkk. Hahaha. Siapa lagi yang bikin kalo bukan Vincan! Ini dari Vina yang ngaku2 kalo Royyan itu anak pertamaku. Ah, kapan nikahnya coba? Tiba-tiba punya anak segede itu, hhaha. Umi Royyan (dr. Siti Wasilah.red) sampai2 heran lihatnya. Aduh, belum izin sama uminya, foto anaknya jadi artis sehari, ckckck. Makasih Vinaaa yang luar biasa :D

Kalo ini bisa ditebak dari siapa, noh liat aja foto kanan bawah, si sobat yang gokil gila gak ada habisnya, yang selalu ketawa bareng kalo ingat segalanya, hhahaha. Kingkin!!! Reaksi aku pas liat ini+baca ucapannya: KETAWA+NANGIS TERHARU! Hhaha. Coba lihat muka eke di sini, yaa Allah cetar banget kan yakkk. Emang si Kingkin kocaknya gak pernah mati sih ya. Makasih banyak Kingkin sayang :*
Nah kalo ini MINTA DITABOK, seriusan. Eh, kenapa bisa si Yusro ini dapat foto hidung vacuum cleanerku itu? Haaaaaah? "Ingat umur udah 22" katanya??? dia sendiri udah 22 tahun 10 hari pas aku genap 22 tahun, ahahahaha. Ini juga bikin ngakak+terharu. Gak nyangka si Unyil yang ahli PSDM ini bikinin greeting card gelo, tapi aku suka banget. Mana backgroundnya kebun bunga matahari lagi. Aaaaaaaa, lovely banget, makasih Yusro sobat 15 tahunkuuu! :D

Rhiesay itu panggilan khusus dari Ghea buat aku, aku pun manggil dia Ghesay. Sahabatku yang manis ini jiwanya juga manis. Aaaaaaaah jadi kangen bareng-bareng Ghea lagi. Ghea yang pernah bilang "Ih lucunya kucingnyaaa, coklat.." dari jauh, ternyata yang dia bilang kucing lucu itu cuman daun kering! Hahahahahaha. Dia waktu itu gak pake kacamata soalnya, hahahha. Ghea Ghea... Makasih banyak Ghesaykuuuu! :D
Greeting card kedua dari Vina, my bestest partner! Entah berapa kompetisi ataupun kegiatan yang bikin kami jadi partner'an. Greeting card ini bikin terharu+kalang kabut. Kalang kabut? Yap, aku merasa kartuku terbuka dengan selebar-lebarnya, ckckck. Semoga gak ada yang sadar ataupun curiga, hhahaha. Makasih Vincaaan :*

Kalo ini dari si cantik Idama. Co cwiiiit banget yaaaa, foto2 waktu SMA pas kami selalu ber4 sama Ghea dan Ara. Hey, kangeeeeeen bangeeeeeet! Btw, itu foto yang tengah rasa-rasanya foto pas aku jadi pembahas di sidang KTI 2 kelompok Dama, hhaha, sok rajin baca buku, padahal itu NOVEL TERE LIYE! hhaha. Makasih Dama sayang, love bgt dah :*

Dan yang terakhir, aaaaawwww cetar membahana badai bgt dah, dari Lia'nya Reno yang tahu banget apa yang aku suka. Bunga matahari dan Toto (gubrak!), hhaha. Syoook lihat greeting card ini, kenapa foto bareng Toto dimasukkin, plus doanya juga, yaa Rabbi. Hahahaha. Lucu banget, so sweet juga. Keren deh, makasih Lia sayang muah!

Yang Ketiga, kado dari ceman-ceman tercincaaa, hwohoho.. Alhamdulillah, dapat benda-benda yang aku perluin, rata-rata serba hijau/kuning, dan bermanfaat insya allah. :')
Pencil case lucu dari sahabat kosabra, Kingkin. Dengan gantungan kunci yang merangkap jadi kartu ucapan, aaaahhh suka banget. Alhamdulillaah dapat kotak pensil buat koas ntar, yeayyy. Maaciiih Kingkin sayang~
Kalo ini mug lucu dari Lia, lucu banget. Warnanya hijau dan ada gambar kucingnya, 2 hal yang aku suka. Dan yang gak kalah pentingnya, kartu ucapannya bunga matahari, yeayyyy. Asyik, dapat gelas baru buat di kos. Makasih pasangan serasi Lia-Reno..

Ini dari dede Nyecan, mukena yang aku suka banget warnanya :') Nyunye ngasihnya tanggal 19 Desember loh, so sweet banget kan yaaa. Maacih Nyecan! :*
Tas yang pengen aku beli! Suka pake banget! Dari Ditonk unyu. Coba lihat, aku juga dikasih buku "Menikah untuk Bahagia", pas buka kado ini mamah sempat heran lantas ketawa. Ada-ada aja, kok buku menikah, kata mamah, hhaha. Wajar, mah. 2015 sebentar lagi loh, hhahaha. Maacih Ditonk! :*
Aaaaaa Ameliaaaa, buku penutup serial anak mamak Tere Liye, buku yang tertunda aku beli karena budgetnya dipake buat keperluan lain, padahal ngebet banget pengen beli. Ternyata dikasih Yeni, aaaaa seneng woy. Love bgt oi. Maacih Yencan! :*
Ayooo tebak ini dari siapa, gak ada kartu ucapannya, hhaha. Lihat, kadonya perpaduan warna kesukaanku, hijau-kuning. Ini dari sobat Chinaku, si Bernadet medhok yang rupawan, hhaa. Ini botol minum yang selalu kulirik dulu, ternyata dijadiin kado dari Nadet. Hand sanitizer minionnya juga lucu, sukaaa. Maacih Nadet! :*
Buku luar biasa dari Nyid si baik hati, keren bukunya! Ada menara eiffelnya... Aaaa, insya Allah bermanfaat, secepatnya akan dibaca. Maacih Nyidcan! :*
Serba hijau dari si cantik Naisya. Jamnya cute banget, dengan jarum warna kuning, dan angkanya warna putih. Pas banget perpaduan warna kesukaanku hijau-kuning-putih. Plus botol minum hijau yang lucu. Sukaaa banget, Maacih Naycan! :*
Aaaaaaaa ini kado terlebar, photo frame ukuran 20x30 dengan gambaran keren, ada siluet akunya di tengah! Dari Ghea yang nitipin kadonya lewat Ditonk. Cool deh pokoknya, suka!!! Maacih Ghesay! :*
Ini dari Vina, hiks. Terharu dikasih tensimeter pegas, buat koas ntar. Manfaat banget insya Allah. Terharu juga pas baca kartu ucapannya. Jadi pengen meluk jarak jauh deh. :') eits, ada rahasia dibalik tanda love yang sengaja aku buat di foto ini, hahahaha. Rahasia tentang 'hati' Vina, penasaran gak? hhaha. Maacih Vincan! :*
Kado luar biasa dari Epie, dua buah buku tebal kumpulan hadits shahih, A;-Lu'lu wal Marjan. Gak nyangka dikasih buku ini sama Epie, awalnya gara-gara status facebook aku tentang "menjadi ibunda yang luar biasa kelak" yang dikomen sama seseorang yang cukup nyelekit sih ya. Tapi ada hikmahnya juga, jadi dapat buku ini hhahaha. Semoga secepatnya bisa baca bukunya sampe habis, manfaat, aamiin. Maacih Piecan! :*

Well, demikian serba-serbi dua bebek di 20 Desember 2013 ini. Terima kasih yaa Rabb atas hidupku yang luar biasa berkesan ini, entah sampai di tahun keberapa aku merasakannya, entah bersama siapa melewatinya, dan entah dengan hal seperti apa mengisinya. Semoga sampai tahun dimana aku memiliki anak-cucu, semoga bersama orang-orang yang mencintai-Mu, dan semoga dengan hal-hal bermanfaat yang menjadikanku hamba-Mu selalu. Semoga senantiasa dapat memperbaiki diri, lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Aamiin yaa Rabb.

nb: postingan ini semata-mata menunjukkan betapa bahagianya seorang Nisrina Naflah di usia dua bebeknya sekarang, tak kurang dan tak lebih :)

-Nisrina Naflah-






15 Oktober 2013

Akhirnya Kesampaian...

Assalamu’alaikum... Salam ikhlas-sabar-syukur...

Yakkk, ini adalah postingan tertunda yang sebenarnya mau aku posting kemaren. Tapi berhubung tadi malam tepar tiada tara, jadi baru sekarang bisa diposting.

Well, ini tentang keinginanku yang sempat tertunda pas liburan Ramadhan kemaren dan berkaitan dengan entriku yang ku share beberapa minggu lalu tentang masak, sedikit berkaitan juga sama target nikah! Hhahaha.

Aku ini emang anak tomboy. Jadi, jarang banget ngelakuin segala macam aktivitas yang “keibuan”, seperti masak, menjahit, menyulam, bikin kue, dan lain-lain. JARANG loh ya, bukannya gak bisa ataupun gak suka sama sekali. Aku suka buka-buka kulkas nyari ‘sesuatu’ yang bisa dimasak kalo lagi gak ada kerjaan, ya walaupun masakan standar ‘banget’. Aku juga suka ngutak-ngatik mesin jahit mamah di kamar depan, entah itu ngejahit rok yang robek atau ‘ngestek’ baju yang kedodoran atau bikin puring rok-rok yang tipis kalo lagi pengen make itu baju/rok, ya walaupun gak rapi-rapi ‘amat’. Aku juga suka bikin pernak-pernik dari kain flanel atau kain perca, bikin bross dan semacamnya, ya walaupun cuma dipake buat sendiri. Yaaa, suka siiih. Cuman jarang aja, gak tiap hari kaya hobi banget gitu, gak expert. Hahaha.

Sebenarnya semua cewek pasti bisa melakukan semua itu, karena emang setiap cewek punya naluri keibuan. Mau setomboy apapun dia, secuek apapun dia, secowok apapun dia, pasti punya keinginan “gue juga pengen bisa gitu”. Apalagi kalo udah mikir tentang masa depan. “Woyyy, mau jadi istri kaya gimana kamu ntar? Mau jadi ibu kaya gimana kamu ntar? Masa gak bisa ngapa-ngapain.” Nah looo...

Termasuk bikin kue. Kebayang dong ntar kalo udah punya anak, pasti pengen disayang sama anak-anaknya. Jujur aja, aku suka banget lihat seorang ibu yang masih menyempatkan dirinya buat masak di dapur/bikinin kue buat anak-anaknya di sela kesibukannya yang lumayan padat. Kayak mamahku tuh, kereeeennn! Apalagi ibu yang emang tiap hari nyempatin bikin kue-kue dan masakan baru buat anak-anaknya, haduuuh bikin iri. Coba kalian buka blognya mbak2 foodie blogger ini dan ini. Tuh kan, seru banget! Pasti anaknya seneng punya ibu kaya gitu.

Seumur-umur, aku gak pernah nyoba bikin kue kering alias cookies. Jadi, liburan Ramadhan kemaren aku berniat buat nyoba. Dan ternyata, NIHIL! Rencana gatot. Malah bikin yang lain. Nah, liburan Idul Adha ini niat didukung mamah, dan akhirnyaaa kesampaiaaan juga bikin kue kering. Aaaaah, pengalaman pertama itu selalu seru. Walaupun sekali lagi, ini cuma kue kering standar, cuma jenis keju sama coklat, tapi seneng aja akhirnya bisa nyoba bikin. Dan hasilnya alhamdulillaah tidak mengecewakan, walaupun ada beberapa yang GOSONG gara-gara kelamaan di oven, bwahaha. Maklum, seharian di dapur pas lagi puasa itu bisa bikin konsentrasi buyar, jadi pikun sesaat.
Ini setelah didandani dan siap dimasukin ke oven... Bismillaah... Haha.. :D

Taraaaaa... Sudah jadi... Rasanya kaya kue Monde kata mamah, hhaha... :D


Selain bikin kue kering, aku juga nyoba bikin kue khas Banjar yang namanya Kayapu. Aku aja baru tau ada nama kue yang namanya gitu. Hhaha. Warna kuenya hijau muda, cantik banget. Pewarnanya pake pewarna alami: daun suji + pandan. Aromanya wangi banget dan rasanya enak! Cara bikinnya juga lumayan gampang. Yummy lah pokoknya.



Ini daun suji sama daun pandan, mau diblend, terus diambil airnya...
Nah, udah dapet air suji-pandannya. Hijau tuanya cantik banget!
Semua bahan adonan dicampur...
Dikukus dalam panci (ya iyalah dalam panci, masa dalam wajan --')
Kayapu sudah jadiiii, taraaaa...
Ini kayapu asliiiinyaaa... -_____-

Terus, malamnya mamah ngajakin bikin kue lagi. Bikin cake sama bolu. Serius dah, H-1 Idul Adha kali ini bener-bener hari bikin kue, berkutat sama telur, tepung, gula, dsb. Capeee banget tapi seruuu. Hhaha. Puasa Arafahnya jadi gak kerasa gara-gara keasyikan. Alhamdulillah, akhirnya kesampaian.

Pokoknya ntar aku pengen jadi ibu yang luar biasa buat anak-anakku. Jadi, mulai sekarang harus banyak belajar, belajar banyak hal! Yeayyy! Semangat Rin! :D

-Nisrina Naflah-

22 September 2013

Genjreng-genjreng Menjadi Diriku

Hey Hey Hey, adeku yang gede baru aja nambah umur, si Fajar sekarang udah 17 tahun, dan dia beli gitar. Aku ikutan seneng, soalnya gitarku udah gaje entah berantah, susah ditekan senarnya, udah lama juga belinya pas naik kelas 3 SMP pake uang hadiah juara 3 lomba siswa teladan tingkat Kal-Sel dulu, kira-kira udah 7 tahun yang lalu. Jadi ingat, dulu itu beli gitar gara2 waktu kelas 2 SMP semester 2 di pelajaran kesenian ada tugas main musik. Terus temenku cewek, namanya Tuti, main musiknya pake gitar, keren banget. Terus aku minta ajarin dia. Akhirnya bisa-bisa dikit lah ya kunci2 yang simpel. Terus di penghujung semester 2 aku ikut lomba siswa teladan yang pastinya harus nampilin kesenian+keterampilan juga. Aku nampilin tari khas Banjar sama keterampilan bikin anyaman rotan. Nah, temenku yang cowok nampilin keseniannya nyanyi+main gitar, namanya Arif kodok, aduh jadi kangen nih sama Arif, sekarang dia di FKUB, udah jadi co-ass, soalnya dia ngambil aksel pas SMA. Kami sama2 berhasil di tingkat kota, terus mewakili Banjarbaru buat siswa teladan tingkat Kal-Sel, dan sama-sama dapat juara 3, kompak banget kan, hhaha. Nah, selama karantina siswa teladan Kal-Sel itu aku ngebet banget pengen beli gitar, soalnya Arif megang gitar terus, genjreng2 sambil nyanyi, hhaaaaaaaaaa mauuuu jugaaaa bisa main gitaaaaaar. Alhasil, setelah lomba selesai dan dapat duit, aku langsung beli gitar. Dulu itu hampir tiap malam gitarnya dibawa tidur, terus jari tangan kiri bengkak-bengkak gak karuan. Hhahaha. Lucu banget ngenang masa2 polos dulu. Beberapa tahun terakhir udah jarang banget megang gitar. Jadi, pas Fajar beli gitar baru, aku jadi suka genjreng2 lagi nih, soalnya gitarnya masih enak. Dan ini dia chord lagu kesukaankuuuu. Menjadi Diriku by EdCoustic. :)

Intro: G

G
Tak seperti bintang di langit
Bm
Tak seperti indah pelangi
        C
Karena diriku bukanlah mereka
D
Ku apa adanya

G

Wajahku kan memang begini
Bm
Sikapku jelas tak sempurna
       C
Ku akui ku bukanlah mereka
D
Ku apa adanya

*)
Em Bm
Menjadi diriku
C      G
Dengan segala kekurangan
Em Bm
Menjadi diriku
C    D
Atas kelebihanku……
G     D
Terimalah aku
Em      Bm
Seperti apa adanya
C     G
Aku hanya insan biasa
Am  D
Ku pun tak sempurna

G  D
Tetap ku bangga
Em       Bm
Atas apa yang ku punya
C      G
Setiap waktu ku nikmati
Am  D  G
Anugerah hidup yang ku miliki

Gaje banget ni postingannya, sebenarnya pengen posting tentang gitar baru Fajar dan chord Menjadi Diriku aja sih, tapi sekalian ngingat2 memori dulu lah. Terkadang mengingat momen2 yang udah lewat itu bisa membuat kita tambah mensyukuri hidup, ternyata perjalanan hidup tiap orang itu pada luar biasa semua loh, Allah swt memang sutradara terbaik dan terdahsyat dalam hidup ini. *Tu kan, mulai gak nyambung lagi* hhaha.

-Nisrina Naflah-

7 Juli 2013

Episode Bahagia itu Sederhana

Assalamu'alaikum. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Hari ini luarrr biasaaa. Ingat, sabar & syukur selalu dalam setiap langkah kehidupan, supaya bahagia dunia akhirat (sebenarnya ini nasihat buat diri sendiri, bisa jadi nasihat buat berumah tangga kelak juga, kayak lagu nasyid Gradasi Kupinang Engkau dengan Al-Qur'an itu, bagus banget liriknya... Lho kok jadi nyasar ke sini tulisannya -____-!)

Yeay, kali ini aku mau posting gaje tentang ceritaku hari ini. Well, mulai dari rencana kami (aku+mamah+Fajar+Adi.red) yang mau jalan-jalan ke Duta Mall. Kenapa harus ke Duta Mall? Kenapa gak ke Q mall aja? Aku juga bingung, kalo mau tahu silakan tanya langsung ke mamah. -___-!

Oke, awalnya kami sudah berencana pergi dari rumah jam 9 pagi, supaya bisa nyampe di DM jam 10an dan gak repot nyari tempat parkir. Tahu sendiri kan, kalo weekend nyari tempat parkir di DM itu kaya nyari kutu di rambut gimbal, susahnya minta ampun. Apalagi sekarang ada makhluk yang namanya FLY OVER yang berbentuk mudigah, semakin siang kalian lewat sana, semakin panjang macet yang nelangsa. Dan yaaaa seperti biasa, ngaret-ngaretan jam itu juga terjadi di keluarga kami. Ujung-ujungnya kami baru berangkat dari rumah jam 11, telat 2 jam sodara-sodara. Kebayang ular mobil di area pembangunan fly over dan lautan mobil yang ada di DM, ngebayanginnya aja sudah bikin kebelet pipis 10 liter.

Dalam 1 tahun belakangan ini aku punya profesi yang membanggakan. Apaan tuh? SUPIR KELUARGA! Apalagi semenjak abah meninggal, kalo kemana-mana selalu aku yang nyetir. Ya iyalah, kasihan kalo mamah yang nyetir. Fajar & Adi? Masih di bawah umur! ;p Well, ada kejadian gaje sebelum kami berangkat ke Banjarmasin. Pas aku ngeluarin mobil dari garasi, dan mamah+Fajar+Adi sudah siap-siap mau masuk mobil, aku langsung matiin mobil dan keluar. "NGAPAIN WOY?" Biasaaaa, orang narsis lagi kambuh! Aku lihat bunga matahariku di halaman rumah lagi nunduk bersahaja gitu, kalem banget kelihatannya. Dan aku baru sadar, ternyata bunga matahari itu kalo lagi hujan dia jadi nunduk gitu ya, kelihatannya sedih karena gak bisa natap matahari (ceileeeh, cerpen banget). Alhasil, aku langsung ngasih hape ke Adi dan minta fotoin. Hahahaha. Mamah sampai heran, sempat-sempatnya udah mau berangkat tiba-tiba turun dari mobil dan FOTO-FOTO!!!??? Yaaa begitulah. Ini dia foto bunga matahari yang sedang menunduk takzim, entah lagi galau atau lagi kalem???

Rina ft. Naflah :)
Menundukkan pandangan, bukankan lebih indah? *filosofi*

Lanjut ke potongan episode berikutnya, di tengah jalan mamah tiba-tiba mengeluarkan 'lagi' ceritanya tentang nenek-nenek yang panjang umur karena beliau suka nyetir. Yaa Allah, itu sudah kesekian kalinya mamah cerita tentang nenek-nenek yang panjang umur itu, katanya sih selain panjang umur, beliau juga gak pikun, karena beliau hobi nyetir. Terus mamah langsung ngerengek-rengek minta nyetir, rupanya bener-bener terinspirasi sama nenek-nenek itu. Ya sudah, akhirnya mamah gantiin posisi aku sebagai supir. Gereget banget, hahaha.

Hingga akhirnya episode sampai di tempat yang sebenarnya ingin dilompati saja, FLY OVER!!! Yaa Allah, fly over ini sungguh menyiksa, dan kali ini panjang macetnya bukan main sodara-sodara. Dan seperti inilah muka-muka 4 manusia yang terjebak dalam macetnya fly over (sungguh, keluarga ini memang narsis gaje-gaje gimana gitu. Maklum ada aku -____-!)

Muka ala macet fly over (-___-!)

Ternyata macet itu belum berakhir gitu aja, di DM sudah menanti lautan mobil yang cetar membahana. Mamah masih mencoba sabar pas masuk gak ada satu pun celah buat parkir (nb: mamah selalu parkir di bawah, di halaman DM. Mamah gak pernah berani parkir di dalam ataupun di atas). Satu kali muter halaman DM (dari depan sampai belakang) gak nemu parkiran yang kosong, akhirnya mamah nyerah, 'mencoba' mempercayakanku untuk menduduki kembali bangku supir. Akhirnya dengan ajaran memarkir mobil di lantai atas yang diajarkan Otonk, dengan segenap jiwa dan raga dalam membasmi kejahatan, aku pun menggas mobil ke atas, huwoooow... Ternyata sama aja kaya naik jembatan, kirain serem. -____-! Kalian tahu muka mamah gimana? Pucat pasi gak ketolongan, komat-kamit, sampai atas, hhaha. Dan di atas, lagi-lagi ular mobil yang panjang menanti. Aku sudah mesem-mesem, jangan2 parkiran di atas habis juga? Oh, NO!!! Sekalian aja numpang parkir di kampus kalo gini caranya. *mulai emosi* Dan ternyata, DAPAT! Dengan antrean yang begitu panjangnya hanya untuk mendapatkan subsidi parkiran. Luar biasa! Nyampe DM udah jam setengah 2! Fuiiih...

Lanjut pipis, sholat, dan bernarsis-ria kembali. Yaa Allah, tolong... Kali ini beneran deh, mamah yang ngajakin photobox ber4. Ciyus deh, enelan. Aku langsung ngajak mamah+Fajar+Adi ke tempat photobox yang biasa aku sama temen2ku datengin. Ternyata antri 2 orang, yo weisss lah nunggu. Mamah entah kenapa bilang mau ke ujung sebentar, ada yang mau dilihat. Okelah, pikirku. Selang beberapa menit kemudian, mba2 photobox udah manggil aku, nyuruh milih background. Lhaaaa, mamahnya belum balik. Sontak aja aku geger, nyuruh Fajar+Adi nyariin mamah. Pulsa gak ada buat nelpon, sms pending, ulalala. Kemana ini sang mamah yang cantik luar-dalam??? Dengan tampang ikhlas dan baik hati, aku mempersilakan orang lain untuk photobox duluan, "Anak-anak ayam mau nyari induknya yang hilang dulu, mba!" -_____-! Kami cari-cari di lantai dasar, gak nemu-nemu. Yaa Allah, kemana ini mamah? Saking pasrahnya kami balik lagi ke tempat photobox, aku lagi2 nanyain Fajar+Adi "Serius gak ada pulsa? Telpon mamah, telpoooon." Terus dengan tampang gak berdosanya, si Fajar bilang "Kalo 2.000 itu cukup buat nelpon lah?" Arrrrgggghhhhh CUKUP BRO! Cepat telpon, sebelum mamah diculik! hhahaha. Dan beberapa detik kemudian, mamah dengan muka innocentnya datang, "Sudah mau giliran kita ya?" JOOOOSSSSHHH, ini sudah 2 antrian nyelip kita mamah. ckckckcck. Kemana aja??? Ternyata si mamah ke lantai atas, beli apa sodara-sodara? LIPSTIK! *gubrakkkk* Dan ini dia foto2 gaje kami. Ada yang lucu, di awal aku sudah wanti-wanti, ini lihat ke kamera ya, jangan lihat ke kaca, ke kamera. Mamah juga ngewanti2 Fajar+Adi yang sebelumnya emang gak pernah mau diajak photobox. Ehhh, gak tahunya pas lihat hasilnya malah aku+mamah yang banyak lihat ke atas -____-! maklum, cewekkk. :D

Gayanya monoton gara-gara Fajar & Adi sok kalem ;p
Rina-Adi-Fajar (R-A-Fa)

Mamah-Fajar-Adi :)



Fajar kayak kakek sipit kribo -____-!

Sayang mamah!!! Kami sayang mamah!!!

Potongan episode beralih ke sebuah tempat makan yang dirahasiakan namanya. Perut udah keroncongan, berharap bisa cepet makan dan makanannya enak. Semua makanan & minuman sudah terpesan dengan sempurna. Pertama, pesanan minuman kami datang (selalu seperti ini). Kedua, makanan pesananku yang datang. Lama nunggu, akhirnya pesanan Adi datang. Suara jangkrik dalam perut sudah menggila, mamah yang cantik luar dalam langsung mengerti dan mengeluarkan ucapan pamungkas, "Sudah, Rina sama Adi makan aja duluan, ntar dingin makanannya." NGIK. Lamaaaaa banget pesanan mamah+Fajar gak datang-datang. Baru aja aku mau manggil waitressnya, tiba-tiba aku denger salah satu waitressnya teriak2 ke arah dapurnya, "Woi, nasi goreng ***** sudah belum?" (itu makanan pesanan Fajar!!!). Trus mba waitress itu teriak lagi, "Hah, sudah???" Kami melongo pengen bilang, "BELUMMMM!" Sebelum kami teriak, mba waitressnya langsung balik badan ke arah kami dan dengan bahasa isyaratnya nanya ke Fajar, "Belum kan mas?" Terus aku yang nyahut, "Belum, mba... Nasi sapi lada hitamnya juga belum..." (namaku adalah Mas Rina, -___-!) Beberapa menit kemudian pesanan Fajar datang, lantas pesanan mamah kemana??? Kali ini aku sudah gak bisa diam lagi, langsung aku serang tuh mba yang ngantarin pesanan Fajar, "Mba, satu pesanan lagi belum ada nih..." (sambil senyum manis tanpa pemanis buatan). Oh iya, sebentar katanya. Eh, pas aku intip ternyata mba'nya baruuuuuuu ajaaaaaa bilang ke temennya yg ada di dapur, "Eh, nasi sapi lada hitamnya 1." JADI??? Pesanan mamah dari tadi, dari setengah jam yang lalu itu belum dibikinin??? MasyaAllah, kasihan si mamah yang cantik luar dalam, nunggu lamaaa banget. Dan pas pesanannya datang, mamah langsung bilang, "Lain kali beli nasi itik gambut aja, bawa, makan di mobil! Jelas lebih cepat,enak, dan murah..." hhahahaha. cupcupcup mamah sayang.

Lanjut episode selanjutnya, kali ini sesi belanja khusus buat 2 lelaki tampan, Fajar+Adi. Periodenya untuk memanjakan mereka berdua. Aku? Ntar aja! Hiks. Jadi ini judulnya adalah menemani adik-adik tercinta berbelanja. Pas liat baju-baju cowok, aku tiba2 mikir asyik kali ya ngebeliin baju buat suami ntar (huwoooo, langsung salto ke planet Pluto!). Mana di sekeliling itu banyak banget pasangan suami-istri yang masih muda (semoga memang benar sudah menikah) lagi keliling-keliling nyari sepatu, sendal, baju, dll. Lha aku? Keliling-keliling sendiri liat sendal-sepatu, celingukan gak karuan. hhaha.

Alhamdulillah, hari ini bener-bener luar biasa. Aku bahagia. Bahagia itu sederhana. Saat kami tersenyum bersama, di tengah kerinduan pada sosok luar biasa. Pasti beliau juga sedang tersenyum di sana. Ya, kami tersenyum bersama. :')

Lovely Family, miss u Abah sayang!

Oh iya, malam ini lagi-lagi berkutat di depan laptop, buka tutup email, kirim-unggah-save file, edit-recheck together sama Nita & Pandji. Malam ini malam terakhir buat unggah laporan kemajuan dan log book PKM, buat MONEV ntar, inyaAllah tanggal 17-19 Juli. Yaa Allah, mudah-mudahan dilancarkan dan diberikan hasil yang terbaik. Bismillaahirrahmaanirrahiim, PIMNAS! MATARAM! 2 mimpi sekaligus dalam 1 kesempatan, semoga terwujud. Aamiin allahumma aamiin. :')

Semoga ini bisa membantu kami go to PIMNAS!


-Nisrina Naflah-

16 Agustus 2011

Kepala Melayang


Kepalaku melayaaaaaang!!!

Alhamdulillah,hri ini Allah masih ngasih nafas kehidupan buat aku.

Hmmm, harus mulai darimana yak? Mulai dari kepalaku yang melayang. Eits, tenang kepalaku masih nyambung ke leher kok. Lantas kenapa melayang? AKU BARUSAN POTONG RAMBUT DAN APA YANG TERJADI? Guntingnya salah potong kepala? Bukan, sudah dibilang kalo kepalaku masih di tempatnya. Lalu kenapa? RAMBUTKU PENDEK BANGET, POLWAN AJA KALAH!

Well, udah sekitar 2 tahunan aku nggak potong rambut, alhasil terbentuklah rambut yang indah nian sepanjang pinggangku, panjang banget kan!!! Sebenarnya nggak juga sih, kalo dibandingkan sama rambut terpanjang di dunia. Tapi ini rambut terpanjang yang pernah aku punya, mungkin kalo aku jadi iklan shampoo, pasti shampoonya jadi laris deh (oooooh tidaaaak bisaaaa). Rambut panjangku itu memiliki kemampuan untuk melibas ancaman-ancaman dari luar, gajah aja bisa 'tekipai' (baca:terlempar jauh) gara-gara libasan rambutku (jangan percaya!!!).

Serius, tu rambut udah panjang banget. mba2 di salonnya aja bilang,"Aduuuh, sayang banget mba kalo rambutnya dipotong, udah panjang, lurus lagi." Aku cuma nyahut dalam hati, ini kan rambut gue, suka-suka gue dong mau motong apa kagak! (*plaaaak!)

Alhasil dengan ketajaman hati dan dalam tempo sesingkat-singkatnya (gak nyambung!), dipotonglah rambutku. Pas ditanya, "Potongnya sampai mana?". Aku jawab aja,"Sependek-pendeknya ya. Sampai gak bisa diikat." (yakin deh, aku lagi kerasukan setan rambut SKI 1). Dan akhirnya, jeng jeng jeng, pas udah selesai aku syok! Ini beneran pendek banget! lebih pendek dari potongan rambut anak-anak paskib. jegeeeer.

Awalnya aku masih nyoba buat nyantai sambil nungguin mamahku yang lagi potong rambut juga, aku coba hibur diriku sendiri dan mikir kalo ini belum terlalu pendek. Pas udah nyampe rumah, ke kamar, lihat cermin, Allahu Akbar!!! Aku tambah syooook. serius deh, ini bener-bener pendeeeeeeek, polwan aja kalah. Huaaaaaaa. Mana ade-adeku ngejekin lagi. Halaaaah, galau jadinya, kembalikan rambutkuuuuu.

Hhahaha, tapi aku nggak selebay itu kok (padahal sebenernya lebih parah lebaynya). Toh ni rambut nggak keliatan juga ketutup ama jilbab alias hijab. Lagian setelah potong rambut, kepalaku jadi ringan, kaya melayang gitu, hhoho. Nggak perlu ngikat-ngikat lagi, shampoo juga gak cepet habis, nggak panas, dan sporty, uyeaaaah. hhoho. (*plaaak!) Terus nggak takut keliatan rambut lagi, dulu pas rambutku masih panjang, kadang-kadang jadi ribet sendiri kalo ikatan rambutnya lepas, ntar rambutku keliatan ama yang non muhrim kan berabeee. Sekarang semua aman dan terkendali, hhohoho (ketawa pahlawan bertopeng)

Tapi tetep aja aku harus bersabar dari Fajar en Adi yang ngoceh mulu tentang rambut baruku di rumah. Ggggrrrrrhhhhh. Awas ya anak-anak itu, ntar kusuruh dibotakin aja mereka kalo potong rambut. :P

(Nisrina Naflah)

11 Juli 2010

Lega :)

pagi ini aku pulang...sbenarny males bgt pulang...hho...

Tpi gak twu knpa,pagi ini aku lega..aku bsa trsnyum pas bngun tdur..mimpi..mimpi yg gak jelas,bener2 gak jelas,kabur,bkin aku trsnyum pagi ini..

why?krena td malam akhirnya 'dia' gak muncul lg dlam mimpiku..bkin aku lega..en it seakan2 mengatakan bahwa waktuku untuk menjadi 'amnesia' sudah habis..

Oh no no no..aku blum bsa amnesia..tpi aku sdah bsa mengendalikan sang rasa..menerima dgn ikhlas keadaanku sekarang..dan memang seharusnya dari dulu ku begini..aku mengerti,aku paham,dan aku akan tersenyum..

Thx Barabai, kau adalah t4 yg pas untuk merenungi fitrah ini.. :)

July, 11th 2010
_rhiena_

7 Juli 2010

Iseng,ngenang masa2 itu...

hey,aku lagi buka 'dokumen rahasia',ckckc...

Ga twu knpa,stiap kali aku bka 'saksi bisu' itu, aku snyam-snyum sndiri kya orang gila...

Deg2an kaga karuan,padahal itu cuma 'mozaik kecil' yang pernah dibuat oleh matahari dlm khdupanku...

Tpi,asli kyany itu pnya energi 'kenangan' yg luar bysa...

Slalu bkin happy...
Hhaha...

Mgkinkah trulang??hmm...

Saksi bisu atas obrolan2 kami,diskusi kami,dan kata2 motivasinya...

Hmm..aku bru sadar..aku udah gagal, aku gak bisa ngelakuin apa yg udah dia saranin ke aku dlu..but,blm gagal total kok..msih ada harapan,walaupun gak se'besar' yg dia harapkn..tnggu y..hhe.. #asli gelo#

''jgn smpe kmu gtu.. ok??'' bgtu katanya..

:')

_rhiena_

2 Juli 2010

KELAPA MUDA jadi2an...

Entri ke-100...huyeeee... :D

Hey, kali ini aku mau cerita tentang kegiatan aku sama ade2ku hari ini...Kdang ade2ku itu nyebelin, tapi entah kenapa mereka mau diajak kerja bareng hari ini, moodnya lagi baik,hhihi...

Well, bermula dari pagi2 aku bingung mau ngapain, biasanya sih jogging.. Tapi tadi pagi rasanya pegel2 semua ni badan gara2 main badminton ma anak2 SWAT kemaren, terpaksa gak jogging tadi pagi.. Habis sarapan bareng ma keluarga, tiba2 aku liat bubuk ice cream pondan yang blom aku bikin2, (maklum banyak tes2 yang bikin aku beruzlah di kamar). Yaudah, aku ambil tu kotak pondannya... Trus ambil mixer, susu, gula, en peralatan lain... Kupanggil si bungsu, "Adiiii,,, bikin ice cream yooo...bantui kk..." Nah, kalo yang bungsu ini lumayan enak kalo diajak2 ngapain, tapi sebenernya dia cuman ngeliatin doang sih... hhaha... Aku bikin tuh ice cream, gileeee... bubuknya udah ngegumpal kagak karuan, saking lamanya kudiemin di lemari, hhoho... Udah selese bikin ice cream, mataku tertuju ma bubuk nutrijell... olalaaaa... Gak tau kenapa, aku juga pengen bikin jely, hummmm... ywdah, ke dapur lagi bikin jely, hhihihihi...

Wah, udah 2 'cadangan makanan' kubikin... Tiba2 si bungsu nyeletuk, "Ka' Rina, kk janji looo bikin es kelapa..." GUBRAK!!! Oia yaaaaa...dari kemaren lusa aku dah janji2 mau ngupas kelapa yang ada dalam karung bawaan Abah... Kebetulan Abah dikasih kelapa muda sekarung, gkgkgk... "Yaudah, habis pulang dari tukang jahit laaah..." aku nyahut sambil cengar-cengir...

Pulang dari tukang jahit (masih pake kerudung neh), aku langsung ngambil parang2 peliharaan Mamah *lho???* trus kupanggil ade2ku yg lagi asyik maen game, yang satu lagi maen game di kompi, yang satu lagi maen ps ---> memanfaatkan ortu yang gak ada di rumah... Di sini kegilaan mulai terjadi... Entah kerasukan setan apa, mereka bagaikan kurcaci2 yang menuruti perintah si Putri Salju Rina, gkgkgk... Yeaaaah, kami akan mengupas KELAPA MUDA, yaaaa KELAPA MUDA... Kami udah siap di garasi dengan 6 buah KELAPA MUDA dan 3 macam parang, palu (nanti akan saya ceritakan fungsi palu ini), baskom kecil, sendok, dan sapu tangan... Fuiiih...

Dimulai dari KELAPA MUDA pilihan pertama... Dengan PD, aku dan ade2ku mulai memainkan parang mencoba 'mengupas' KELAPA MUDA dari BAWAH!!! berhubung parang 'pengupas kelapa' yang sebenernya hilang entah keman, kami make parang yang lumayan kecil, nah di sini peran si Palu Babeh, buat mukul tu parang kecil biar bisa ngupar tu kelapa yang serabutnya tebellll... Asli, garasi kami seakan2 berubah jadi meubel yang berisi 3 tukang catuk...Huft... Pas udah keringatan membabi buta, kami baru sadar kalo yang dikupas itu seharusnya atasnya, bkan bawahnya!!! keraaaas nyooong!!! oalah, bagai mendapat peti harta karun yang kosong, akhirnya kami mulai 'mengupas' lagi bagian atasnya...  Dan apa yang terjadi, KERAS juga!!!! Kami pun mulai melongo...
Adi: "Bujur gerang bagian atasnya yang dikupas ka???"
Aku: "Teheee...kk kada ingat, terakhir kali ngupas kelapa pas puasaan taon kemaren lo...mana kk ingat, hhaha..."
Fajar: "Bagian atasnya ka' ae, bujuran nah... Ulun masih ingat..." ----> wuiih, ingatan yang kuat, tau ae rankingnya naik jadi ranking 5, iihhhhiiiiy... Gamer yang pinteeer... ;)
Adi: "Nah, bujur to sudah... Kok karas lah???"
Aku: *ngelap keringat yang ngucur ke hidung sambil kayang*

Dengan sigap aku ngambil parang kecil, terus kutancepin di tengah2 tu kelapa bagian atas, and then kusuruh Fajar 'nukul' tu parang pake palu, asli kaya orang odooong, kaya maku di papan, hdeh2... Alhasil ada tanda2 kehidupan dari air KELAPA MUDA... Kami tumpah tu air KELAPA MUDA ke baskom, dan perang pun baru akan dimulai... Kami harus ngebelah tu KELAPA MUDA jadi dua, supaya daging kelapanya bisa diserut... Dan pertukangan pun dimulai kembali... Dan bagian ini bagian yang paling menyita ENERGI... Subhanallah, KERAAAAAAAAAAAAAS bgt!!!! Aku megang parang, Fajar megang palu, trus dia yang mukul2 mpe TEPAR... Akhirnya KELAPA MUDA pertama terbelah dengan sempurna... Oalaaaaah, baru 1 kelapa udah capeeeee... DAN APA YANG TERJADI??? KAMI SYOOOOk!!! Alaaaaaaaah, kelapa yang kami kira MUDA ternyata udah TUA!!! Dagingnya tebel en keraaaas, wah... ini sih kelapa buat diparut jadi santan!!! *lebaaay*, asli daging kelapanya gak bisa dikeruk... mamaaaaaaaaaaa... uyuuuuuuuuuuh.... T.T

Lanjut ke KELAPA MUDA *insyaAllah* yang kedua. Hmmm, sebelumnya kami berdoa bersama, mudah2an ni kelapa gak kaya kelapa sebelumnya, nipuuu... Mulai nukang2 lagi, catuk sana catuk sini, hoaaaah... tambah pegel ni tangan kanan, huba huba... Alhamdulillah kelapa yang kedua yang keras2 amat, prosesnya sama kaya kelapa sebelumnya, sampai kebelah jadi dua baru kami sujud syukuuuuur... hore2, ini KELAPA MUDA beneraaaan... daging kelapanya bisa dikeruk,,, hore2... *jingkrak-jingkrak gak karuan*

Kelapa ketiga berhasil lagi,,,, walopun setengah muda...

Kelapa keempat mengecewakan, TUAAAAA!!!

Adi: "Cung ka', ulun uyuh nah. Pegel dah tangan..."
Fajar: "Samaaaa..." ----> padahal dia cuma nukul parang di bagian ngebelah kelapa jadi 2 aja...hhuuuu!!!
Aku: "yoooo, santaaaaai... kk ngeruk kelapanya dulu, umaaaaa karasnyaaaaaaa..."

Beberapa menit kemudian...
Ade2: "Uyuh jua lah,ka'..."
Aku: "Ayo lanjuuut..."
Ade2: "Hah???"
Aku: "Jangan nyerah kaya itu pang, kali aja 2 kelapa terakhir ni muda... ayo2, semangat... Cepati bantui nyatuk..." ----> tanganku udah mulai melepuh gara2 gesekan ma parang yang gak ada pegangan dari kayunya...periiih booo...
Ade2: "yooooo..." ----> pasang muka cape rrruuuuarrrr biasa...

Sebenernya gak tega juga sih liatnya, cape... Emang bener2 cape, pake parang kecil soalnya, jadi susah ngupasnya... mesti dipukul pake palu parangnya..

Tapi, aku pengen ngasih 'pelajaran hidup' buat ade2ku (bukannya sok dewasa sih)...Sekali dayung, 2-3 pulau terlampaui.. Yaaaa, aku bilang gini, "Nah, kita tuh kada boleh nyerah.. Uyuh lah sekalinya jadi tukang es kelapa...Ya lo??? Bersyukur kita, bisa hidup enak... Semangat! Sama kaya menggapai cita2, terus berusaha, bedoa, jangan nyerah, sampai dapat 'hasilnya'...oke brotheeeer!!!"

Ade2ku cuma ngangguk2 aja, hhaha... kasihan kayany cape bgt, tapi sekali2 ngajarin mereka buat 'cape' gapapa dong... sekalian belajar 'kerja keras'...

Well, kelapa kelima ternyata lumayan muda, bisa dikeruk lah sedikit...

Kelapa keenam.... Arrrrrghhhh... TUA TOTAL!!! Asli karaaaaaaaas, mahiiiiiiiing, batuuuuu... hhihihi...

Akhirnya, dari 6 KELAPA MUDA *yang sebagiannya Kelapa muda jadi2an*, kami berhasil ngumpulin 2 teko air kelapa muda... hurrraaayyyy... Masukkin ke kulkas, trus beberapa menit kemudian kami bikin deh es kelapa mudanya, aneeeeeh, ada beberapa serutan kelapanya yang keras *gara2 kelapa muda jadian2 yang dikeruk paksa ma ade2ku*, tapi Alhamdulillah terasa nikmat... Sesuatu yang kita dapatkan dari hasil kerja keras itu ternyata lebih terasa nikmat ketimbang tanpa usaha... :) Yaaaa, akhirnya kami minum es kelapa plussss makan jely sama2... Hmmm, rameeeeeeee... catuk2 kelapa bareng... hhaha...

Yaaaaa...moga kami bertiga bisa ngambil pelajaran hari ini...

tetap semangat, my lovely brothers!!! I love u...... :D





wajib narsis, sebelum ngupas kelapa, hhahaha



aaahhhh...Si Bungsu lebih sadar kamera ketimbang aku...gkgkgkg...eh, ini lagi proses pencatukkan,,,hhaha... tapi ini pake alu, gak pake palu...hhehe



Si Manis Pengupas Kelapa,gkgkgkgk....


Sampai teduduk2...hdeh2....



Si Bungsu emang narsis, kaya kakak ceweknya,,,hhahaha....


Tadaaaaaaaaaa.....ini dia hasil kerja keras *lebaaay* 3 bersaudara yang cakep2,,,hhohohoho




Sorry Di,,, fotomu goyang,,,hhihihihi.......






July, 2nd 2010
_rhiena_