Tampilkan postingan dengan label kangen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kangen. Tampilkan semua postingan

18 Februari 2015

Merindu

Aku benar-benar merindu
Sangat merindu
Tapi pada siapa rindu ini tertuju
Ah, mungkin aku rindu denganmu
Wahai calon imamku
Yang entah siapa dan dimana kamu
Apakah kau juga rindu?
Rindu dengan waktu terbaik itu
Selamat merindu, wahai calon suamiku
Sambil bersama-sama memperbaiki, dirimu diriku
:)

-Nisrina Naflah-

21 Januari 2015

Rindu

Berapa lama tak bersua?
Berapa lama persinggungan itu tiada?
Berapa lama rindu tertanam dalam hati?
Tanah yang dipijak padahal sama, tapi kenapa pertemuan itu seakan tak berpihak?
Hey rindu, tolong jelaskan semua.
Mengapa kamu ada dan tak mau pergi.
:)

Saat senandung "Menjadi Diriku" kembali terdengar dalam hati.

-Nisrina Naflah-

13 November 2014

Malam Sendu

Malam ini, karena mimpi malam tadi, aku tiba2 teringat lagi, rindu lagi, sendu lagi...
Abah, kenapa terlalu cepat pergi?
Kami sendiri...
Semoga abah selalu bahagia di sana, sampai nanti, di akhirat nanti, hingga ke surga yang abadi, bersama kami lagi...
:')

-NisrinaNaflah-

9 Juli 2014

I Don't Wanna Fall Asleep

Langit tanpa bintang
Di depanku sedang berlangsung proyek pembangunan rumah sakit
Para pekerja itu masih bekerja
Dan di sini aku masih terjaga
Sedangkan kaBagas dan Epie sudah terlelap lega
Di ujung lorong sana ada beberapa pasien yang duduk
Menonton alat angkat berat mengangkat besi2
Tontonan yang lumayan menarik di malam tanpa bintang ini

Ini sudah pukul dua malam, tapi aku memutuskan untuk tetap terjaga
Karena malam selalu mengingatkanku pada mereka
Pada momen2 berharga yang terlewat begitu saja
Pada episode2 luar biasa yang berlalu dengan cepatnya

Adakah kesempatan untuk menjejakkan langkah di tempat itu?
Tahun ini, sebelum tanggal 31 Desember 2014 berakhir.
Kuharap ada.

"I don't wanna close my eyes, i don't wanna fall asleep~"

25 April 2014

Kebahagiaan Sederhana

Aku sedang duduk di beranda suatu tempat yang akan menjadi tempatku 3 minggu ke depan.
Menunggu partner2 dalam kelompok kecilku yang belum satupun menunjukkan batang hidungnya.
Dari kejauhan terdengar suara benda yang digerek, kutoleh, dan ternyata benar.
Bapak pembawa bak sampah yang sering keliling rumah sakit, berjalan bersama anaknya.
Anak yang selama ini kulihat selalu mengiringi ayahnya.
Bernyanyi riang gembira, tanpa beban, dan selalu ringan langkah mengikuti derap kaki ayahnya.
Tidak sekolah? Entahlah.
Yang jelas aku melihat kebahagiaan yang sangat amat sederhana.
Langkah kaki yang ringan, alunan suara yang riang, senyum yang lapang.
Tanpa beban.
Dan satu hal lagi, pemandangan ini membuat aku rindu dia.
Ya, merindukan abah.
Sama seperti dulu, berjalan bersama ayah adalah salah satu kebahagiaan yang sederhana, sangat sederhana, dan melapangkan segalanya.
:)

-Nisrina Naflah-

26 Desember 2013

Dua Bebek

Alhamdulillaah, alhamdulillaah, alhamdulillaah.
Masih berusaha untuk jadi pribadi yang senantiasa sabar, syukur, dan ikhlas, chayooo!!!

Hey, postingan kali ini sebenarnya telat sih. Mau ngebahas tentang dua bebek. Alkisah, ada segerombolan bebek yang hidup bahagia. Mereka memiliki tempat bermain yang sama, di sebuah kali yang terletak di tengah hutan yang penuh dengan semak belukar yang indah. Segerombolan bebek itu sering sekali bermain di sana bersama-sama. Ber-kwek-kwek dengan riangnya, tentu saja mereka selalu berjalan maupun berenang secara rombongan, bebek jantan dengan bebek jantan, bebek betina dengan bebek betina. Mereka nggak pernah campur baur, soalnya bukan muhrim katanya, hhaha. Di antara banyaknya gerombolan bebek itu, ternyata diam-diam ada yang saling jatuh cinta, tapi mereka hanya diam dan menutupinya. Kata ustadz dan ustadzah bebek, mereka harus diam dan banyak-banyak berpuasa, hhaha. Dua bebek itu pun bertingkah seolah tak ada apa-apa, padahal dalam hati siapa yang tahu? Hanya Sang Pencipta mereka saja yang tahu dan Maha Tahu. Hingga akhirnya kedua bebek itu sudah mulai dapat menjaga hati mereka masing-masing. Tiba-tiba, datang banjir badang saat gerombolan bebek sedang asyik bermain. Hal itu dapat dipastikan terjadi karena penebangan liar yang dilakukan orang-orang kota yang tidak bertanggung jawab di hutan itu. Seenak jidatnya meraup keuntungan dari bumi tanpa muka berdosa. Hey, lihatlah bebek-bebek itu hanyut terbawa arus banjir badang yang sangat besar. Siapa sangka, aliran arusnya membawa mereka ke sungai di sebuah desa. Dan siapa sangka dua bebek itu diselamatkan oleh seorang anak kecil dari desa tersebut. Mereka dirawat dan dipelihara dengan baik.
"Hey, ternyata ini bebek jantan dan betina," ucap si anak tersebut.
"Oh, benar. Kita kawinkan saja, biar bertelur banyak dan kita kembangbiakkan. Sebagian telurnya bisa kita jual ke kota," kakaknya mengajukan sebuah ide.
"Hahaha, iya ya Kak. Pasti anaknya lucu-lucu," sang adik tertawa membayangkan.
Happily ever after, dua bebek itu akhirnya menikah, memiliki banyak telur, dan memiliki banyak anak-anak. Mereka pun bahagia, dunia-akhirat. -TAMAT-
Bwahahahahahahahahahahahahahahaahahahahahaha.

Percaya kalo postingan kali ini tentang cerita dongeng di atas? Hhahaha. BUKAN! Cerita di atas muncul gitu aja pas mau nulis kalimat pembuka postingan kali ini, anggap saja itu adalah "sudut pandang istimewa" seperti yang dibilang Bang Tere Liye. Iseng doang, hhahahaha. Tapi bisa diambil pelajaran tuh, kalo menikah berlandaskan cinta karena Allah itu solusi buat bahagia dunia akhirat (nah lo, mulai lagi kan... Gejolak kepala 2), hhaha.

Well, kita masuk ke topik yang sesungguhnya. Jadi, kali ini aku ngambil judul "DUA BEBEK" itu sebenarnya mau ngasih gambaran tentang, hmmmm, kok rada berat ya bilangnya? Hahahaha. Ya, maksudnya ngasih gambaran tentang usiaku sekarang yang serupa dengan DUA BEBEK aliah 22 tahun! Tua bener yak? Hhahaha. Alhamdulillaah. Banyak banget sih yang dirasain di 20 Desember tahun ini. Ini adalah 20 Desemberku yang kedua tanpa abah, tentu rasanya ada yang kurang. Hey Babeh, anak perempuanmu yang unik ini sudah 22 tahun loh! Hehehe.

Ini foto bareng abah di Kotabaru waktu usiaku genap1 tahun (20-12-1992)

Hal yang beda lagi adalah kondisi kai (ayah dari mamah.red) yang agak berbeda dari 20 Desember tahun sebelumnya. Tahun lalu kai masih sehat, belum kena semacam Alzheimer gitu, bahkan tahun lalu aku masih foto-foto sama beliau, noh fotonya:
Nah, ini foto bareng kai waktu umur 21 tahun (20-12-2012)

Dua hal itu yang rada bikin sedih sih, tapi selain 2 hal itu, aku sangat amat bersyukur atas segala nikmat yang udah Allah kesih ke aku dengan cuma-cuma. Hey, aku masih dikasih umur panjang, masih dikasih nikmat iman, Islam, dan ihsan, diberi indahnya rasa sabar, syukur, dan ikhlas, diizinkan melewati 20 Desember 2013 kali ini sama mamah, Fajar, Adie, keluarga, dan sahabat-sahabat. Kalo ditulis di sini juga gak bakalan bisa menulis nikmat dari Allah yang aku rasain.

Umur dua bebek ini bisa dibilang usia yang dewasa, jadi harusnya gak boleh kayak anak kecil lagi, pecicilan, grasak-grusuk gak karuan, teriak ngakak sana-sini, sombong, takabur, iri, dengki, sotoy, egois, nyakitin hati orang lain, suka telat, suka cari-cari alasan, suka ngeluh, suka ngerendahin diri sendiri, suka ngambek, dan banyak lagi yang lain. Waduh, banyak banget ya yang harus diubah (tuh kan, baru dibilangin, udah ngeluh lagi), hhaha. Dicoba ya, diusahain, diupayain, sedikit demi sedikit, terus memperbaiki diri, jadi hamba-Nya yang luar biasa, yuhuuuu.

Okeh, 20 Desember selalu jadi hari istimewa, karena apa? Banyak sekali bercucuran doa-doa dari semuanya. Dan aku ini orang yang paling suka kalo dapat doa dari orang lain, soalnya aku sendiri banyak dosa (you know what I mean). Lebih-lebih kalo doa'nya itu dipanjatkan diam-diam dalam hati seseorang, tanpa diketahui sedikitpun, soalnya kan hadits bilang kalo“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu." Cihuy banget kan yaaa.

Berhubung usia 2 bebek ini bisa dibilang usia yang langka (kalo usia 1 bebek, aku belum bisa posting di blogger, kalo usia 3 bebek mungkin gak nyampe kali yah, wallahu a'lam jika Allah yang berkehendak), jadi postingan kali ini akan menampilkan serba-serbi di usia 2 bebekku.

Yang Pertama, bersama mamah-Fajar-Adie. Kita jalan-jalan ke Banjarmasin, nyari sesuatu dan akhirnya dapat! Yeyeyeyeyey, Alhamdulillaah senang. Walaupun rada gimana gitu, tabungan yang rencananya buat nikah 2015 ntar (hahahaha) ludes seketika, yeah harus nabung lagi, go go go! Gara-gara akunya juga yang gak sabaran kemaren-kemaren, kena tipu, ludes deh tabungan. Huks, tapi gapapa, penuh pelajaran! Setelah keliling-keliling kita makan di DM, yang aneh itu si Fajar, dia gak mau mesen apa-apa (biasa lah, takut BBnya naik kali), padahal aku yang traktir loh. Yaudah akhirnya aku pesenin aja makanan yang rada ringan gitu, ujung-ujungnya dimakan juga sama dia, hhaha.

Fajar si Ceking, gak mau makan apa-apa,ckckck

Mamah sengaja foto candid gitu, hhaha. Cantik kok, mah! :*

Adie si cakep aku foto tiba-tiba, jadi gini, hhaha.
Terus kami jalan-jalan bentar, pas lagi nunggui mamah lihat-lihat baju di Shafira, tiba-tiba aku denger pengumuman, "Perhatian, panggilan kepada Rina Purnama Sari, ditunggu kawannya di depan Pizza Hut." Awalnya aku nggak ngeh, pas panggilan kedua aku mulai heran, kenapa namanya sama persis ya sama namaku? Aneh juga, ngapain diumumin segala, kalo itu beneran aku yang dipanggil ya tinggal nelpon/sms aku aja kan? Aku sama sekali gak keGRan. Pas mamah yang denger pengumuman itu, mamah langsung nyuruh aku ngecek dulu ke sana, kali aja beneran aku si Rina Purnama Sari yang dimaksud. Lha, aku bilang aja ke mamah, gak mungkin itu aku, siapa juga yang manggil-manggil aku via mba2 pengumuman itu, lagian nama Rina Purnama Sari itu BEJIBUN di Indonesia, cek aja di facebook atau twitter, banyak banget yang namanya Rina Purnama Sari (hikssss, pasaran). Yaudah, akhirnya kami turun dan nyampe di lt. 1 mamah nyuruh ngecek dulu ke depan Pizza Hut, dan hasilnya? Nihil, gak ada tuh tanda-tanda ada temenku. "Tuh kan mah, bukan Rina." Hahahaha. Untung aku gak keGRan. Mamah masih ngajakin lihat-lihat baju di Ranti lantai dasar. Belum berapa menit di Ranti,tiba-tiba Ditonk nelpon, nanyain lagi dimana. Terus nyuruh aku gak kemana-mana dulu, soalnya mau ngebalikin botol minum aku yang ketinggalan di kampus. Okedeh, kami nunggu di Ranti. Gak berapa lama, tiba-tiba aku lihat Detty sama Yeni lari2, terus masuk ke Ranti sambil pura-pura gak sengaja ketemu aku, hhahahahahaa. Asli muka Detty waktu itu polos banget sambil bilang, "Eh, ada Rinaaaa." Bwahahahahahaha, aku langsung keluar dan bilang "aku udah lihat kok, gak usah pura2 gitu deh Det, muka kamu gak pas aktingnya, hhahaha" Yeni langsung mukulin Detty, lucu. hhaha. Terus tiba-tiba dari arah belakangku datang 2 bidadari bumi (eaaaaaaa, hahahah) si Ditonk sama Nyid bawa cake sama kado. Ahahaha. Terharunyaaa, dan ternyata yang bikin pengumuman tadi itu mereka! Dan ternyata lagi, pengumumannya juga mereka bikin di Solaria dan Gramedia, oh noooo, betapa terkenalnya aku hari itu di DM, ckckckck. Luar biasa ya 4 cewek cantik itu. :')

Ini difoto sama Fajar, sebenarnya 4 kali foto, tapi gak ada hitungannya, jadi 4 foto sama semua gayanya, hiks.  Dari kiri-kanan: Yeni-Ditonk-Mamah-aku-Nyid-Detty. Makasih ya cantik2 kesayanganku. :*
Kue yang ganjil sekali, sejak kapan mereka mau nulis Rina Cantik, ini keajaibaan!

Kejutan belum berakhir di DM, ada yang lebih bikin terharu. Nyampe rumah ternyata di kolong pintu sudah ada kertas yang bertulisan ini:

Ternyata mereka ke rumah pas aku udah pergi ke Bjm, kasihan jauh-jauh dari Bjm ke Bjb, akunya malah gak ada. Maaf yaaa sobat, terima kasih banyak atas 20 Desember 2013nya. :')


Yang Kedua, special greeting cards from my great friends! Ada yang so sweet, ada yang gokil, ada yang gelo, ada yang minta ditabok, ada yang gosip, ahahaha~ But, I love all of them! Really lovely! :')

Ini greeting card pertama yang aku dapat, dari Ditonk sayong, hhaha. Unyu banget doanya, "segera dapat pangeran duani akherat" AAMIIN YAA RABB! :D :D :D Terus apa itu "RINA si Purnama kami yg selalu bersinar walau tertutup kabut malam sekalipun"??? Puitissssss banget, ahahaha. Makasih sahabat sabuuun. :D
Ini dari Piecan alias Epie. So sweet banget ah Epie, theme'nya Eeyore yang aku suka, terus doanya berkaitan sama beberapa poin dari 100 mimpi yang aku bikin, makasih Piecan cantik!
Ini juga dari Piecan. Sama kaya yang sebelumnya, gaya greeting cardnya lembut banget, persis sama orangnya. Mana aku didoain supaya lembut lagi, aaaaah Epie bikin malu aje, hhahaha *ups harus kalem... :)
Nah ini dia greeting card yang gosip banget yaaakkk. Hahaha. Siapa lagi yang bikin kalo bukan Vincan! Ini dari Vina yang ngaku2 kalo Royyan itu anak pertamaku. Ah, kapan nikahnya coba? Tiba-tiba punya anak segede itu, hhaha. Umi Royyan (dr. Siti Wasilah.red) sampai2 heran lihatnya. Aduh, belum izin sama uminya, foto anaknya jadi artis sehari, ckckck. Makasih Vinaaa yang luar biasa :D

Kalo ini bisa ditebak dari siapa, noh liat aja foto kanan bawah, si sobat yang gokil gila gak ada habisnya, yang selalu ketawa bareng kalo ingat segalanya, hhahaha. Kingkin!!! Reaksi aku pas liat ini+baca ucapannya: KETAWA+NANGIS TERHARU! Hhaha. Coba lihat muka eke di sini, yaa Allah cetar banget kan yakkk. Emang si Kingkin kocaknya gak pernah mati sih ya. Makasih banyak Kingkin sayang :*
Nah kalo ini MINTA DITABOK, seriusan. Eh, kenapa bisa si Yusro ini dapat foto hidung vacuum cleanerku itu? Haaaaaah? "Ingat umur udah 22" katanya??? dia sendiri udah 22 tahun 10 hari pas aku genap 22 tahun, ahahahaha. Ini juga bikin ngakak+terharu. Gak nyangka si Unyil yang ahli PSDM ini bikinin greeting card gelo, tapi aku suka banget. Mana backgroundnya kebun bunga matahari lagi. Aaaaaaaa, lovely banget, makasih Yusro sobat 15 tahunkuuu! :D

Rhiesay itu panggilan khusus dari Ghea buat aku, aku pun manggil dia Ghesay. Sahabatku yang manis ini jiwanya juga manis. Aaaaaaaah jadi kangen bareng-bareng Ghea lagi. Ghea yang pernah bilang "Ih lucunya kucingnyaaa, coklat.." dari jauh, ternyata yang dia bilang kucing lucu itu cuman daun kering! Hahahahahaha. Dia waktu itu gak pake kacamata soalnya, hahahha. Ghea Ghea... Makasih banyak Ghesaykuuuu! :D
Greeting card kedua dari Vina, my bestest partner! Entah berapa kompetisi ataupun kegiatan yang bikin kami jadi partner'an. Greeting card ini bikin terharu+kalang kabut. Kalang kabut? Yap, aku merasa kartuku terbuka dengan selebar-lebarnya, ckckck. Semoga gak ada yang sadar ataupun curiga, hhahaha. Makasih Vincaaan :*

Kalo ini dari si cantik Idama. Co cwiiiit banget yaaaa, foto2 waktu SMA pas kami selalu ber4 sama Ghea dan Ara. Hey, kangeeeeeen bangeeeeeet! Btw, itu foto yang tengah rasa-rasanya foto pas aku jadi pembahas di sidang KTI 2 kelompok Dama, hhaha, sok rajin baca buku, padahal itu NOVEL TERE LIYE! hhaha. Makasih Dama sayang, love bgt dah :*

Dan yang terakhir, aaaaawwww cetar membahana badai bgt dah, dari Lia'nya Reno yang tahu banget apa yang aku suka. Bunga matahari dan Toto (gubrak!), hhaha. Syoook lihat greeting card ini, kenapa foto bareng Toto dimasukkin, plus doanya juga, yaa Rabbi. Hahahaha. Lucu banget, so sweet juga. Keren deh, makasih Lia sayang muah!

Yang Ketiga, kado dari ceman-ceman tercincaaa, hwohoho.. Alhamdulillah, dapat benda-benda yang aku perluin, rata-rata serba hijau/kuning, dan bermanfaat insya allah. :')
Pencil case lucu dari sahabat kosabra, Kingkin. Dengan gantungan kunci yang merangkap jadi kartu ucapan, aaaahhh suka banget. Alhamdulillaah dapat kotak pensil buat koas ntar, yeayyy. Maaciiih Kingkin sayang~
Kalo ini mug lucu dari Lia, lucu banget. Warnanya hijau dan ada gambar kucingnya, 2 hal yang aku suka. Dan yang gak kalah pentingnya, kartu ucapannya bunga matahari, yeayyyy. Asyik, dapat gelas baru buat di kos. Makasih pasangan serasi Lia-Reno..

Ini dari dede Nyecan, mukena yang aku suka banget warnanya :') Nyunye ngasihnya tanggal 19 Desember loh, so sweet banget kan yaaa. Maacih Nyecan! :*
Tas yang pengen aku beli! Suka pake banget! Dari Ditonk unyu. Coba lihat, aku juga dikasih buku "Menikah untuk Bahagia", pas buka kado ini mamah sempat heran lantas ketawa. Ada-ada aja, kok buku menikah, kata mamah, hhaha. Wajar, mah. 2015 sebentar lagi loh, hhahaha. Maacih Ditonk! :*
Aaaaaa Ameliaaaa, buku penutup serial anak mamak Tere Liye, buku yang tertunda aku beli karena budgetnya dipake buat keperluan lain, padahal ngebet banget pengen beli. Ternyata dikasih Yeni, aaaaa seneng woy. Love bgt oi. Maacih Yencan! :*
Ayooo tebak ini dari siapa, gak ada kartu ucapannya, hhaha. Lihat, kadonya perpaduan warna kesukaanku, hijau-kuning. Ini dari sobat Chinaku, si Bernadet medhok yang rupawan, hhaa. Ini botol minum yang selalu kulirik dulu, ternyata dijadiin kado dari Nadet. Hand sanitizer minionnya juga lucu, sukaaa. Maacih Nadet! :*
Buku luar biasa dari Nyid si baik hati, keren bukunya! Ada menara eiffelnya... Aaaa, insya Allah bermanfaat, secepatnya akan dibaca. Maacih Nyidcan! :*
Serba hijau dari si cantik Naisya. Jamnya cute banget, dengan jarum warna kuning, dan angkanya warna putih. Pas banget perpaduan warna kesukaanku hijau-kuning-putih. Plus botol minum hijau yang lucu. Sukaaa banget, Maacih Naycan! :*
Aaaaaaaa ini kado terlebar, photo frame ukuran 20x30 dengan gambaran keren, ada siluet akunya di tengah! Dari Ghea yang nitipin kadonya lewat Ditonk. Cool deh pokoknya, suka!!! Maacih Ghesay! :*
Ini dari Vina, hiks. Terharu dikasih tensimeter pegas, buat koas ntar. Manfaat banget insya Allah. Terharu juga pas baca kartu ucapannya. Jadi pengen meluk jarak jauh deh. :') eits, ada rahasia dibalik tanda love yang sengaja aku buat di foto ini, hahahaha. Rahasia tentang 'hati' Vina, penasaran gak? hhaha. Maacih Vincan! :*
Kado luar biasa dari Epie, dua buah buku tebal kumpulan hadits shahih, A;-Lu'lu wal Marjan. Gak nyangka dikasih buku ini sama Epie, awalnya gara-gara status facebook aku tentang "menjadi ibunda yang luar biasa kelak" yang dikomen sama seseorang yang cukup nyelekit sih ya. Tapi ada hikmahnya juga, jadi dapat buku ini hhahaha. Semoga secepatnya bisa baca bukunya sampe habis, manfaat, aamiin. Maacih Piecan! :*

Well, demikian serba-serbi dua bebek di 20 Desember 2013 ini. Terima kasih yaa Rabb atas hidupku yang luar biasa berkesan ini, entah sampai di tahun keberapa aku merasakannya, entah bersama siapa melewatinya, dan entah dengan hal seperti apa mengisinya. Semoga sampai tahun dimana aku memiliki anak-cucu, semoga bersama orang-orang yang mencintai-Mu, dan semoga dengan hal-hal bermanfaat yang menjadikanku hamba-Mu selalu. Semoga senantiasa dapat memperbaiki diri, lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Aamiin yaa Rabb.

nb: postingan ini semata-mata menunjukkan betapa bahagianya seorang Nisrina Naflah di usia dua bebeknya sekarang, tak kurang dan tak lebih :)

-Nisrina Naflah-






4 November 2013

Lagi-lagi Sindrome Aneh itu Menyerang

Semangat ikhlas sabar syukur!!!

Hey, hari ini aku kayak mayat hidup. Dari awal datang ke kampus, disambut tatapan curiga temen2 yang lagi duduk di depan lobby.
T: "Rin, kam dasar kada beniat kuliah THT kah?"
*aku bengong*
T: "Mantap Rin, indera ke-6 yang baik! Bujur ja perkiraan kam."
*tambah bengong*
Temen2 yang sadar kalo aku cuma nganga kaya sapi ompong pas ditanyai gitu akhirnya sadar.
T: "Rin, kam tahu lah kuliah THT jam 8 tadi?"
R: "HAH??? Maksudnya??? Dimajukan kh jadwalnya? Bukannya di jarkom jam 9???"
T: "Oalah, pantas ay kam hanyar datang. Kuliah THT jam 8, Rin. Sudah dijarkom, ada jarkom terbaru."
R: "Masya Allah!" *langsung buka hape, nyari jarkom, betapa oon-nya aku yang gak sadar kalo ada revisi jadwal kuliah. Tapi hasilnya NIHIL, 2 jarkom kuliah yang kuterima SAMA! Gak ada bedanya. KULIAH THT jam 10-12. Ngikkkk*
T: "Berarti kam kada dapat jarkom. Padahal di BBM + line ada jua Rin jarkomnya."
*Langsung buka grup line, NIHIL! Kaga ada woy! BBM? Kaga aktif!*
R: "Jadi tadi udah kuliah THT? Udah selesai?"
T: "Makanya kami bilang perkiraan kam bagus, Rin. Kadada kuliah THT, dokternya belum datang."
*Aku langsung berbinar-binar. Naik ke ruang kuliah lantai 4, sumpedeh, kelas udah penuh sama kakak2 koass THT dan temen2. Aku bener2 merasa disorientasi waktu.*

Sebenarnya dari malam sebelumnya aku udah kayak mayat hidup, ditambah lagi besok paginya badan febris, eh sampai kampus tambah loyo karena perginya dari Banjarbaru. Alhasil, ke-hiperaktif-anku berkurang drastis hari ini. Nyatat kuliah males-malesan. Istirahat malah tidur-tiduran. Pokoknya mayat hidup bgt dah.

Kenapa gitu? Akar masalahnya yaaaa sindrome itu lagi. Sindrom dari safari kondangan. Kemaren aku sama mamah ke 4 resepsi perkawinan. Keluarga mamah, kak Adis, kakaknya Dita Otonk, sama anaknya temen mamah. Dan seperti biasa lah, happy sih liat pengantinnya, dekorasi ruangannya, kue perkawinannya, makanannya, dsb. Tapiiii, lagi-lagi sindrome itu muncul. Ngebayangin ntar kalo aku resepsi, gak ada abah. huahuahuahua. Terus ada beberapa pikiran yang semakin bikin sedih. Ditambah lagi, ucapan seorang teman terkait satu hal yang, hmm sebenarnya sudah terlupakan. Huuuuffffttt. Pulang-pulang langsung drop badan sama pikiran.

Malamnya tambah parah. Aku mikir, gini aja sudah lemah, nyerah, gak bisa ngatur waktu, drop, dll. Gimana ntar kalo koass? Gimana ntar kalo jadi dokter? Gimana ntar jadi istri? Gimana ntar jadi ibu? HARUS KUAT DONG, RIN!!! HARUS BELAJAR KUAT DARI SEKARANG!!!

Sayangnya ni badan tetep aja nge-drop. Alhasil, hari ini jadi mayat hidup beneran dah. Pulang ke Banjarbaru, langsung tepar, tidur dengan badan yang semakin febris. Yaa Rabb, ternyata normotermi itu nikmat Allah swt yang luar biasa loh. Gak enak banget rasanya demam pas cuaca lagi dingin kayak sekarang ini. Bawaannya lemes. Huks.

Eits, tapi gak boleh terus-terusan sedih + lemes dong, soalnya kan sekarang TAHUN BARU 1435 H!!!
Horeeeeeee... Semoga di tahun ini semua bisa jadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Menjadi hamba-Nya yang beriman, senantiasa sabar, syukur, dan ikhlas, dan semakin luar biasa dalam hal ruhaniyah, ilmiyah, dan jasadiyah. Aamiin yaa Rabb.

Gak sabar buat besok, mau bikin empek-empek sama mamah. Semoga badan kembali fit dan bugar. Semoga sindrome ini segera menyingkir. Insya Allah.

SENYUM!!! :)

-Nisrina Naflah-

16 Oktober 2013

Kebayang Gak Sih? Selamat Idul Adha! Selamat Milad Mamah!

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Allah swt. masih ngasih nikmat umur panjang sampai Idul Adha tahun ini. Walaupun tanpa abah, mudah-mudahan rasa syukur ini gak akan hilang dari hati. Mudah-mudahan dari perayaan Hari Raya Kurban ini semua umat Muslim di dunia bisa memetik hikmah yang terkandung di dalamnya. Tentang keimanan yang mendalam kepada-Nya, keimanan yang takkan mampu ditukar dengan kenikmatan lainnya. Meneladani sikap Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail yang sungguh luar biasa. Kebayang gak sih kalo kita yang ada di posisi beliau-beliau itu? Jamin, gak bakalan bisa seikhlas dan seluar biasa itu. Subhanallah.

Yeayyy! Hari ini lagi-lagi Allah swt. memberikan kepingan mozaik kehidupan yang super dalam hidupku. Allah swt. itu selalu mendengar dan mengerti dengan keinginan hamba-Nya, dan senantiasa memberikan apa yang diminta hamba-Nya selama itu memang yang terbaik di mata-Nya.

Alhamdulillaah, tahun ini aku bisa berkurban. Dapat arisan di RT, sama 6 orang tetanggaku. Tujuh orang berkurban 1 ekor sapi. Walaupun bukan atas nama individu/keluarga sendiri, tapi aku bersyukurrr banget. Alhamdulillaah. :’)

Alhamdulillaah, hari ini mamah nambah umur, sudah 51 tahun beliau hidup di dunia milik Allah swt ini. Menjadi mamah yang luar biasa, yang selalu ngasih inspirasi ke anak-anaknya, dan berjuang demi ketiga anaknya, terlebih ketika status single parent itu hinggap di pundaknya. :’)

Alhamdulillaah, aku bisa ngasih kado ke mamah. Yaaa walaupun cuma tas yang sederhana (mamah emang suka yang sederhana dan simpel, sama seperti kepribadiannya yang gak neko-neko) dan sepucuk kartu ucapan. Tapi itu semua bisa mencetuskan airmata haru antara kami. :’)

Awalnya seru gitu, pas ngasih kado, terus dibuka sama mamah. Mamah seneng banget dapat tas. Eeeh, giliran lihat kartu ucapannya, mamah gak bisa baca tulisannya karena lagi gak pake kacamata. Mamah malah nanya foto-foto yang ada di kartu ucapannya. “Ini foto waktu kapan, Rin?” “Loooh, ini foto kita berlima pas kapan?” Pokoknya cuman bisa lihat+komen foto-foto yang ada di kartu ucapan itu. Adie langsung ngambilin kacamata mamah, dan jeng jeng mamah baca ucapan alias doa yang kutulis di kartu ucapan itu. Eh, pas baca mamah diemmm, aku jadi bingung. Dan pas selesai baca, mamah langsung terisak gitu. Aaaaaaaa, aku ikutan nangis terus kita pelukan lamaaaaaa bangeeeeet. “Rina sayaaaaaaang banar sama mamah... Mamah jangan nangis, mamah jangan sedih, semangattttt!” Aku terisak-isak sambil ngelus punggung mamah pas pelukan. SEDIHHHH BANGETTTT! Rasanya semua gambaran perasaan mamah itu nyalur ke perasaan aku. Aku tahu apa yang ada di benak mamah, mamah yang selalu termotivasi untuk terus kuat demi ketiga anaknya. Tuh kan, aku berkaca-kaca lagi nih nulisnya.

Aku ingat, sangat ingat tentang momen itu. Momen di saat kudapati jasad abah yang sudah terbujur kaku menghadap kiblat di rumah ketika aku datang. Kupeluk, kuminta ampun, kumohonkan ampun, kudoakan, kuusap wajahnya, kuratapi kenapa beliau pulang kepada-Nya terlalu cepat? Lantas kucari mamah, memeluknya erat sambil terisak. Bertanya “Mah, kenapa abah mah? Kenapa? Kenapa abah harus pergi duluan? Rina belum jadi anak yang membanggakan, Mah. Rina belum lulus kuliah. Rina belum jadi dokter. Kenapa, Mah?” (pertanyaan yang sebenarnya aku sudah tahu jawabannya, dan entah kenapa waktu itu tetap kulontarkan ke mamah).

“Nak, coba dengarkan mamah. Kita semua milik Allah, Nak. Mamah milik Allah, Rina-Fajar-Adie milik Allah, Abah milik Allah, semua itu sejatinya milik Allah. Jadi, kapanpun Sang Pemilik Sejati ingin mengambil yang dimilikinya, maka diambillah. Dan sekarang abah yang diambil duluan. Allah tahu kita kuat, Nak. InsyaAllah mamah kuat. Kita pasti kuat.” Mamah dengan nada lembut menjawab lontaran pertanyaanku, menyejukkan, menenangkan. Seharusnya aku yang menenangkan beliau, beliau yang ada di samping abah saat sakaratul maut, mendampingi suaminya hingga nafas terakhir, pasti lebih terpukul daripada aku. :’)

Usai mendengar jawaban dari mamah, aku langsung bilang, “Pokoknya mamah harus kuat. Mamah harus sehat. Mamah harus panjang umur. Mamah harus lihat Rina-Fajar-Adie sukses jadi orang. Mamah harus ada nanti.” Entahlah, perkataan itu spontan keluar dari mulutku pas meluk mamah waktu itu. Yaa Rabbi, berat banget rasanya. :’)

Mamah menjawab perkataanku dengan sebuah janji. Janji untuk kuat, janji untuk sehat, janji berjuang untuk ketiga anaknya. :’)

Itu yang jadi motivasi mamah sekarang. Motivasinya untuk kerja, banting tulang nyari nafkah buat kami. Motivasinya untuk sehat, jalan pagi tiap 2 hari sekali. Motivasinya untuk kuat, membaca Al-Qur’an 1 juz setiap hari dan dzikir-dzikir lainnya. Dan motivasi-motivasi lainnya yang selalu membuat beliau terlihat semangat. Isak tangis yang selalu kudengar di setiap 1/3 akhir malam, yaa Rabb sayangilah mamah, bahagiakan mamah dunia akhirat, aamiin yaa Rabb. :’)

Semoga aku-Fajar-Adie bisa jadi anaknya yang membanggakan. Jadi anak yang sholeh-sholehah. Jadi anak yang bisa mengantarkan mamah-abah ke surga. Aamiin yaa Rabb.

Kebayang gak sih, kalo berada di posisi Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail?? Gini aja aku udah merasa sedihhhhh bangeeeeetttt, apalagi jadi mereka. Perlu keimanan dan keikhlasan yang sangat dalam untuk bisa demikian. Subhanallah.



Kartu ucapan alias doa buat mamah tersayang :')
Kasih kadooo.. Difoto sama Adie :')
Cium pipi mamah dulu :'D
Cium pipi Rina jugaaa :'D
Mamah lagi buka kado... :'D
Mamah lagi 'lihat' kartu ucapannya, belum pake kacamata, jadi gak bisa baca tulisan doanya, baru bisa komen foto-fotonya, hhaha.. :'D

Beruntungnya aku terlahir dari rahim seorang ibu luar biasa sepertinya. Luar biasanya hidupku dapat melangkah dengan kawalan doa darinya. :')

-Nisrina Naflah-

10 Oktober 2013

Yeah, Gambar Pria Berkacamata Itu...


Assalamu’alaikum. Salam sabar, syukur, dan ikhlas selalu! :D


Hari ini aku melihat satu gambar di timeline facebook sahabatku, Febri. Gambar yang mengingatkan kembali pada impianku dulu. Impian tentang seorang laki-laki terbaik dari Allah swt. yang akan meminta izin sama Abah untuk mengambil-alih tanggung jawabnya atas putrinya. Impian tentang suasana akad nikah ketika Abah menjabat erat tangan laki-laki terbaik dari Allah swt. itu saat ijab kabul. Impian bahwa di saat momen sakral itu terjadi, masih ada Abah yang akan melepaskanku ke tangan laki-laki terbaik dari Allah swt. untukku. Haaaaa, jadi melow gini. Tapi serius, pas lihat gambar itu aku jadi sedih. Mau lihat gambarnya? Ini nih...



Dan aku langsung share gambar ini dengan komentar “Seandainya saja sosok dalam gambar pria berkacamata itu masih ada...”

Heran juga, kenapa setiap kali lihat yang beginian, lihat acara pernikahan, lihat resepsi perkawinan, bawaannya melow terus gara-gara ingat Abah. Sedih aja, ketika momen sakral itu berlangsung nanti (aamiin, mudah-mudahan panjang umur), sosok laki-laki kebanggaanku sudah nggak ada. Aaaaaaaaaaaa. :”) :”) :”) :”) :”)

Pria berkacamata dalam gambar ini mengingatkan pada beliau, mengingatkan impian-impian, yang insyaAllah akan terganti dengan momen yang luar biasa indahnya nanti. Jauh lebih indah dari yang diimpikan.

Aamiin yaa Rabb.

-Nisrina Naflah-

29 September 2013

Ya... Dia...



Pernah gak kalian merasakan suatu perasaan yang membuncah ketika akan bertemu?

Pernah gak kalian menikmati detik demi detik pertemuan yang menyunggingkan senyum, menciptakan tawa?

Pernah gak kalian merasa bisa jadi diri kalian apa adanya, tanpa terbebani?

Pernah? Bersama siapa?

Aku pernah, dan hal itu selalu muncul tatkala aku bertemu dengannya.

Ya, dia...

Dia yang selama 2 tahun bersamaku, dia yang memberikan mozaik-mozaik kenangan yang tak mungkin terlupa, dia yang melengkapi masa pencarian jati diri.

Walaupun sudah 3 tahun ini kami harus terpisah, demi cita-cita, tapi kami masih terikat.

Bagaimana mungkin dia bisa terlupakan, bagaimana mungkin dia bisa terbuang. Hey, dia terlalu spesial.

SWAT-Agents SMANSA Banjarbaru 2008-2010, bagaimana mungkin bisa melupakannya?

Hahahaha. Pelengkap mozaik masa remajaku, penuh pembelajaran dan hikmah, canda, tawa, haru.

Hey, udah kangen nih sama kalian! Ayo cepet liburan lagi, biar bisa ngumpul lagi, biar bisa ketawa bareng lagi, biar bisa nostalgia lagi, biar bisa awet muda lagi. Hahaha.

Postingan kali ini alay-lebay-plestek? Biarin, yang penting aku bisa posting tentang swat. Soalnya aku udah pernah janji posting tentang SWAT di postingan ini. Akhirnya... Hahaha.

Dan ini dia potongan episode semester 6 ini.


Ini lagi di wagon, bareng Ghea-Ara, sobat tercinta di SMA :') Eh, ada Galih juga :)

Bisa bareng sama Ghea-Ara-Dama itu, bikin kangen masa SMA! Kita sering ber4 dulu :') Ini lagi ke PKS Smansa


Ngumpul di rumah barunya Akbar, rumah Akbar selalu pas buat jadi basecamp SWAT, ahaha

Serasa balik ke masa SMA :'D

Mereka masih saja seperti mereka yang dulu :)
Foto bareng pas bukber SWAT :D

Ini salah satu foto pas keliling rumah guru pasca lebaran, with Mrs. Lastri yeayyy!

Lucu lihat foto ini, gaya Nizar+Ucienk sama gitu, hhaha

Sebelum Joging JAUH, foto2 dulu :D

Orang-orang pada kerja, kami malah lari+foto2 di sana :D

Miring-miring-miring semuaaaa, hha

Hey! Kami muda dan berbahaya *ngikkk*

Seriussss, jalannya JAUUUUUUUUUH BGT!!!!

Alhamdulillaah ada pertolongan motor, walaupun terpaksa melanggar peraturan lalu lintas, hha!


Sikoooo Sikoooo Sikoooo syukuran :D

Nge-pizzahut dulu sebelum mereka balik ke daerah hijrahan masing2 :')

Semangat SWAT-agents, sukses dunia akhirat ya! Bangga bisa jadi bagian dari kalian. :')
Gak sabar pengen liburan semester lagi...



-Nisrina Naflah-