30 April 2016

Save This Memory

Nyampah lagi, entah kapan blog ini berubah jadi blog yang agak sedikit lebih bermanfaat, hhaha...

Beres2 lemari, nemu print2an foto zaman purba. Duh, 2 jagoan sekarang udah gede2, dulu masih unyu2, time flies~

*savethismemory*

Kesabaran

★ KESABARAN ★

Dimana lagi kita harus mencari kesabaran, selain di ruang tunggu yang tak berkesudahan? Tunggu yang selalu mengawali satu-persatu kehendak-Nya tiba, tunggu yang antri bergantian untuk mengantarkan kita dari satu takdir ke takdir yang lainnya, tunggu yang setia menunggu. Disuguhinya kita dengan degup-degup kecemasan, dengan binar-binar harapan, dengan serpihan-serpihan kebingungan, dengan bongkah-bongkah keraguan, dengan serangkaian ketidakpastian, dengan kesedihan serta kegembiraan yang silih berganti. Yang semuanya memang harus disantap dengan penuh keyakinan. Keyakinan, bahwa Dia sudah mempersiapkan yang terbaik untuk setiap episode kehidupan kita. Dan tentu saja sesuatu yang terbaik itu, akan didapatkan dengan usaha terbaik juga, harus dihadapi dengan penyikapan terbaik pula. Karena jika tidak, kita tidak pernah merasa kalau itu adalah yang terbaik bagi kita.

Dimana lagi kita bisa memanen kesabaran, selain di ladang ujian yang tak terperikan? Ujian yang seringkali datang tiba-tiba, ujian yang tak pernah terbayangkan, ujian yang sebenarnya selalu ada dalam kehidupan kita. Diparasitinya kita dengan keluh kesah, dipupukinya kita dengan rasa kecewa, disuburkannya kita dengan rasa bersalah, ditanaminya kita dengan rasa sesal, disiraminya diri kita dengan sifat lemah, digoyahkannya hati kita dengan banyak prasangka. Yang kesemuanya bisa kita lewati dengan baik, jika kita punya akar keyakinan yang kuat. Keyakinan, bahwa Dia tidak akan pernah menguji kita dengan beban yang lebih berat dari kapasitas kekuatan kita. Dan jikapun kita sesekali gagal dalam mengemban ujian tersebut, mungkin itu bukan ujian yang sebenarnya. Tapi hanya salah satu cara-Nya untuk memperkuat kita, agar kita bisa lebih siap lagi untuk menghadapi ujian-ujian yang selanjutnya.  

→Kutipan Buku Menata Hati, Nazrul Anwar←

26 April 2016

Tak Terduga

Pernah gak kalian nyusun planning sedetail mungkin, udah yakin bakalan gitu jalan ceritanya, eh ternyata pas di kenyataan yang terjadi jauuuuuh banget dari yang diplanningkan...

Pun demikian dengan impian yang sudah terangkai indah, berharap ini itu nanti, senyum-senyum sendiri nembayangkan, eh ternyata pas terjalani gak sesuai dari yang diharapkan...

Asumsi-asumsi yang bertebaran dalam angan, lantas tersulam jadi ekspektasi tinggi, eh ternyata hanya pikiran abstrak yang dimimpikan...

Berencana ini...
Punya impian itu...
Berasumsi ini itu...

Ah, tetap saja skenario-Nya yang terindah, walaupun saat menjalaninya mungkin kita belum merasakan keindahannya. Mungkin saat detik kemudian, atau menit kemudian, atau jam? Hari? Bulan? Tahun? Selalu ada kesempatan untuk menelaah semua hikmah yang ada, dan biarkan waktu yang menjawab.

Seperti saat ini, terlalu banyak hal2 yang melenceng dari planning, membuyarkan impian, dan menyadarkan asumsi2 berlebihan...

Tak terduga...

Mungkin Allah ingin menegur, agar lebih ikhlas, agar lebih qana'ah, agar lebih mencintai setiap ketetapan-Nya...

Selamat berbahagia. Terimakasih atas pembelajaran2 yang sangat bermakna. Gak pernah nyangka, akhirnya menjadi seperti ini.

:)

-Nisrina Naflah-

19 April 2016

Bikin Baper!

Tilawah kali ini entah kenapa, membacanya terenyuh sendiri, padahal belum baca terjemahannya.

Gak tau, tiba2 kepikiran apa yg udah diperbuat selama ini di ayat pembuka. Mata panas, berkaca2.
Penasaran, langsung baca terjemahannya, Q.S. Saba': 49-50
Jleb, beneran deh terjemahannya, bikin hati gemeteran.
49 - Katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai, dan tidak (pula) akan mengulangi."
50 - Katakanlah, "Jika aku sesat, maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri, dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Dekat."
Jlebbb... sesat untuk diriku sendiri, hingga Allah memberi petunjuk. Ngenaaa, ngenaaa, ngenaaa banget. Allah tu sayang sama kita, sayang banget! Padahal kita udah nerjunin diri sendiri ke jurang kesesatan, Allah tu mau aja nyelamatin kita yah, ngasih kesempatan buat kembali, buat memperbaiki diri. Duh, Rina sayang Allah..

Trus lanjutin lagi tilawahnya.
Dan tiba2 kepikiran "seseorang" di ayat yang bikin gak sanggup lagi nerusin tilawahnya, saking terisaknya.
Lirik ke terjemahannya, ternyata Q.S. Fatir: 11
Yaa Allah, ayat ini!
11 - Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang, dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuz). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
Jlebbb... Lauhul Mahfuz... Skenario kehidupan kita udh tertuang jelas di sana. Ditambah dengan pemahaman yang baik bahwa Allah senantiasa memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Lantas, masih khawatir? Lahir, rezeki, jodoh, maut, semuaaa udah ada ketetapannya. Jadi, sebenernya hidup ini simpel yah. Jika dia, maka dia. Jika bukan, maka bukan. Sungguh semuanya yang terbaik dari-Nya, jadi jangan takut jangan risau. Yakin saja dengan janji dan ketetapan-Nya.

Gak ada maksud apa2 nulis postingan ini, selain untuk mengabadikan momen Maghrib kali ini. Dengan suasana hati yang campur aduk. Memang Allah lah tempat yang paling tepat untuk mengadu.

Hidup ini seperti gelombang, entah gelombang transversal atau longitudinal. Gak pernah stabil, gak pernah standar. Ada saat dimana kamu merasa sangat bahagia, ada saat dimana kamu merasa sangat terpuruk. Bukankah itu sunnatullah?

Bahagia-jangan lupa bersyukur. Terpuruk-jangan lupa bersabar.

Yakin, yakin, yakin sama Allah.
Allah SELALU dan PASTI SELALU ngasih yang terbaik.
Aamiin yaa Rabb...

-Nisrina Naflah-

18 April 2016

GENAP

Recommended book for you, who want to be a "prepared partner" for your future husband/wife.

It's the nicest one!

Ketika aku dan kamu menjadi kita, GENAP...
by Nazrul Anwar

Bukunya penuh nasihat tanpa kita merasa dinasihati (tiba2 jleb jleb jleb sendiri bacanya, sadar sendiri)
Isinya tentang hal2 yang "manusiawi" banget dirasakan semua orang (dan bawaannya pengen ngangguk2 terus tiap kali baca)
Membuka sudut pandang tentang yang namanya "menggenap bersama orang yang kita tetapkan untuk jadi teman sehidup sesyurga", pernikahan itu gak gampang cuy (yang katanya siap nikah, kalo baca ini bakalan bener2 nyiapin diri dengan segala hal yang mungkin bikin kaget ntar pas udah nikah)

Yaa, yang jelas pas baca ini, aku ngerasa tertikam ribuan busur panah, yang entahlah menyakitkan sekaligus membuat tersenyum geli.
Ah, jangan2 memang semua wanita/pria di dunia begitu ya.

Buku yang sarat akan makna, penuh wejangan tanpa menggurui, penuh sepikan tanpa menyindir, penuh penyadaran dan maniiiiiis sekali.

Gak nyesel aku pesan buku ini di kala kondisi keuangan lagi sekarat2nya, beneran gak rugi.

Semoga bisa menerapkannya sekarang dan nanti.

Yeayyy.

-Nisrina Naflah-