27 April 2014

Hingga Ujung Waktu

Dalem banget yaa liriknya...

"Akhirnya aku menemukanmu,
Saat kubergelut dengan waktu...
Beruntung aku menemukanmu,
Jangan pernah berhenti memilikiku...
Hingga ujung waktu...
Jika kau menjadi istriku nanti,
Pahami aku saat menangis...
Saat kau menjadi istriku nanti,
Jangan pernah berhenti memiliku...
Hingga ujung waktu..."

:')

Malam Ini...

Malam ini aku dapat kabar buruk, hmm kabar baik mungkin lebih tepatnya...

Alhamdulillaah, sama2 suka bersyukur, sama2 percaya janji Allah, sama2 suka kerja keras...

Dan sama sepertiku, telah ditinggalkan ayahanda sebelum bisa membanggakannya. Yang membedakan adalah serupa sosok bidadari yang selalu mengiringi...

Hey, ini kabar baik, sama sekali bukan kabar buruk. Tapi gak tau kenapa, ada beberapa bagian yang menyesakkan, di sini, di dalam dada.

Yaa Rabb, entah apalagi, entah bagaimana lagi, entah kenapa lagi. Selalu begini~

-Nisrina Naflah-

25 April 2014

Kebahagiaan Sederhana

Aku sedang duduk di beranda suatu tempat yang akan menjadi tempatku 3 minggu ke depan.
Menunggu partner2 dalam kelompok kecilku yang belum satupun menunjukkan batang hidungnya.
Dari kejauhan terdengar suara benda yang digerek, kutoleh, dan ternyata benar.
Bapak pembawa bak sampah yang sering keliling rumah sakit, berjalan bersama anaknya.
Anak yang selama ini kulihat selalu mengiringi ayahnya.
Bernyanyi riang gembira, tanpa beban, dan selalu ringan langkah mengikuti derap kaki ayahnya.
Tidak sekolah? Entahlah.
Yang jelas aku melihat kebahagiaan yang sangat amat sederhana.
Langkah kaki yang ringan, alunan suara yang riang, senyum yang lapang.
Tanpa beban.
Dan satu hal lagi, pemandangan ini membuat aku rindu dia.
Ya, merindukan abah.
Sama seperti dulu, berjalan bersama ayah adalah salah satu kebahagiaan yang sederhana, sangat sederhana, dan melapangkan segalanya.
:)

-Nisrina Naflah-

13 April 2014

Sudah Lebih dari Cukup

Anggukan dan sahutan kemarin itu,

sudah lebih dari cukup.

Terima kasih.

:)

19 Februari 2014

Beruntung

Mamah harus tetap kuat, seperti yang kulihat selama 22 tahun ini.
Tegar, sabar, penuh senyuman keikhlasan.
Sungguh, cobaan yang datang bertubi2 akan menghapuskan segala dosamu di dunia Mah. Allah sayang mamah, dan kami selalu berdoa agar Allah senantiasa menyayangi mamah.
Moga mamah disayang Allah.

:')

Lagi dan lagi, lagi-lagi mamah dapat cobaan, dan lagi-lagi mamah menunjukkan rasa syukurnya atas setiap cobaan yang diterimanya, tak pernah menggerutu, tak pernah protes dengan ketetapan-Nya. Selalu sabar, ikhlas, dan bersyukur. Aku ingin menjadi sepertinya, bahkan lebih. Terima kasih mamah atas teladannya. Semoga anakmu yang penuh dosa ini bisa menjadi wanita luar biasa sepertimu. Sungguh benar kata abah, "kita beruntung dikasih Allah mamah dalam hidup ini."

:')

-Nisrina Naflah-